<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343</id><updated>2012-02-16T20:36:56.286-08:00</updated><title type='text'>anggi_bento.blogspot.com</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-4431497754794717028</id><published>2011-05-02T05:14:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T05:16:54.943-07:00</updated><title type='text'>standar profesi eropa dalam  arsitektur</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kata Arsitek berasal dari bahasaYunani, &lt;i&gt;Architekton &lt;/i&gt;yang merupakan rangkaian dua kata yaitu &lt;i&gt;Archi &lt;/i&gt;yang berarti pemimpin atau yang pertama, dan &lt;i&gt;Tekton &lt;/i&gt;yang berarti membangun. Jadi Arsitek adalah pemimpin pembangunan (master builder).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sedangkan menurut Keputusan Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor 023/KPTS/CK/1992,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10.5pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yang  disebut perencana / arsitek / konsultan perencana / konsultan ahli  adalah perorangan atau badan hukum yang melaksanakan tugas konsultasi  dalam bidang perencanaan karya bangunan atau perencanaan lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;beseerta kelengkapannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Profesi Arsitek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebelum  membahas mengenai profesi arsitektur sekarang ini, ada baiknya untuk  memahami terlebih dahulu apa itu profesi. Blankenship mendefinisikan  profesi melalui karakteristik umum yang biasa terlihat. Profesi adalah  (1) pekerjaan penuh waktu (2) yang melalui pendidikan/pelatihan khusus  (3) memiliki organisasi profesi (4) mempunyai komponen izin kerja  (lisensi) dan pengakuan dari masyarakat (5) mempunyai kode etik dan hak  pengelolaan mandiri (Dana Cuff, Architecture : The Story of Practice,  1992, p23). Dari ke lima karakekter umum tersebut kita bisa melihat  bagaimana posisi profesi arsitektur di dunia modern pada umumnya dan di  Indonesia pada khususnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur  Barat berkembang di Eropa sebelum menyebar ke Amerika dan benua benua  lainnya. Pada awal permulaannya, profesi arsitek merupakan profesi kelas  tertentu dan merupakan profesi yang turun temurun dan atau melalui  proses pemagangan dalam waktu yang cukup lama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Profesi  arsitektur yang mulai menemukan identitasnya yang lebih jelas,  mendorong dilakukannya usaha untuk membentuk sebuah organisasi yang  dapat melindungi kepentingan dari arsitektur, memperbaiki status  sosialnya dan mendirikan sarana pendidikan formal arsitektur. Pendidikan  dan pelatihan arsitektur yang telah ada sebelumnya adalah berupa sistem  pendidikan yang bersifat studio, yang lebih merupakan sebuah ‘sekolah  seni’ seperti yang diterapkan oleh J.F. Blondel melalui Ecole des Arts –  nya dan atau berupa proses pemagangan di kantor arsitek, sebagaimana  yang diperkenalkan oleh Sir Robert Taylord di Inggris.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ikatan Arsitek Indonesia ( IAI )&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pendidikan  arsitektur secara lebih formal secara teori pertama kali ditawarkan di  Royal Academy Schools di Inggris tahun 1768, tapi baru pada tahun  1840-an dilakukan usaha yang serius dalam menangani pendidikan  arsitektur, dengan berupaya memenuhi kebutuhan kebutuhan pelatihan  spesialisasi, terutama pada aspek aspek teknis yang berkaitan dengan  desain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Di  Indonesia sendiri, profesi arsitek ‘modern’ mulai dikenal ketika para  arsitek kebangsaan Belanda yang menempuh pendidikan dan pelatihan  arsitektur di Eropa, kembali dan berpraktek di Indonesia. Sedangkan  pendidikan arsitektur formal pertama di Indonesia dibuka di Institut  Teknologi Bandung pada tahun 1950, dan mulai menelurkan lulusannya di  tahun 1958. Sebelum itu, bangsa Indonesia yang berprofesi sebagai  arsitek mempelajari ilmunya dengan bekerja pada para arsitek Belanda.  Bahkan F. Silaban, salah satu arsitek berpengaruh di Indonesia tidak  memiliki pendidikan formal arsitektur melainkan lulusan dari sekolah  menegah kejuruan atau STM.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk melindungi profesi arsitek, dibentuklah organisasi atau asosiasi profesi. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di  Indonesia, asosiasi profesi arsitek terbentuk pada 17 September 1959  yang dipicu oleh dikeluarkannya instruksi pemerintah untuk membentuk  gabungan perusahaan sejenis yang dimaksudkan selain untuk memudahkan  komunikasi antara pemerintah dengan dunia pengusaha, juga diharapkan  dapat menentukan suatu standar kerja bagi para pelakunya. Ikatan Arsitek  Indonesia diprakarsai oleh F. Silaban, yang menggalang arsitek senior  Indonesia pada masa itu, dan Ir. Soehartono Soesilo yang mewakili  arsitek muda pada masa itu. IAI dibentuk atas kesadaran bahwa pekerjaan  perancangan berada di dalam lingkup kegiatan profesional (konsultan),  yang mencakupi tanggung jawab moral dan kehormatan perorangan yang  terlibat, sehingga diperlukan satu asosiasi khusus yang dapat mengatur  hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai asosiasi profesi tujuan dari IAI adalah untuk :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;• Mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan dasar arsitek professional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;• Meningkatkan penguasaan arsitek pada pengetahuan dan ketrampilan baru seiring kemajuan teknologi ilmu pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;• Meningkatkan tanggung jawab arsitek pada profesinya sebagai penyedia jasa pada masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;• Menempatkan arsitek profesional Indonesia dalam tingkat kompetensi yang diakui secara internasional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;IAI  selain sebagai asosiasi profesi tingkat nasional dengan beranggotakan  lebih dari 11.000 arsitek yang terdaftar melalui 27 kepengurusan daerah  dan 2 kepengurusan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, juga aktif  dalam kegiatan internasional melalui keanggotaannya di ARCASIA  (Architects Regional Council of Asia) sejak tahun 1972 dan di UIA (Union  Internationale des Architectes) sejak tahun 1974, serta AAPH (Asean  Association Planning and Housing) di mana IAI merupakan salah satu  pendirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Salah  satu peranan penting yang dilakukan oleh asosiasi profesi adalah  menentukan standar profesi dan mengeluarkan lisensi profesi bagi  anggotanya. Lisensi dianggap penting untuk menjaga profesionalisme  arsitek dan juga sebagai bagian dalam mendapat pengakuan dalam  masyarakat. Di Indonesia, lisensi arsitek berupa Sertifikasi Keahlian  Arsitek (SKA) yang diberikan kepada anggotanya setelah memenuhi  persyaratan - persyaratan tertentu dan diklasifikasikan dalam 3  tingkatan berdasarkan pengalaman dan masa kerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk  dapat memperoleh sertifikasi tersebut, arsitek harus dapat memiliki  pengetahuan dan pemahaman yang baik meliputi 13 butir kompetensi yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Perancangan Arsitektur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kemampuan  menghasilkan rancangan arsitektur yang memenuhi ukuran estetika dan  persyaratan teknis, dan yang bertujuan melestarikan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Pengetahuan Arsitektur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pengetahuan yang memadai tentang sejarah dan teori arsitektur termasuk seni, teknologi dan ilmu-ilmu pengetahuan manusia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3. Pengetahuan Seni&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pengetahuan tentang seni rupa dan pengaruhnya terhadap kualitas rancangan arsitektur&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4. Perencanaan dan Perancangan Kota&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pengetahuan yang memadai tentang perancanaan dan perancangan kota serta ketrampilan yang dibutuhkan dalam proses perancanaan itu&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Hubungan antara Manusia, Bangunan dan Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Memahami  hubungan antara manusia dan bangunan gedung serta antara bangunan  gedung dan lingkungannya, juga memahami pentingnya mengaitkan  ruang-ruang yang terbentuk di antara manusia, bangunan gedung dan  lingkungannya tersebut untuk kebutuhan manusia dan skala manusia&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Pengetahuan Daya Dukung Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menguasai pengetahuan yang memadai tentang cara menghasilkan perancangan yang sesuai daya dukung lingkungan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;7. Peran Arsitek di Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Memahami  aspek keprofesian dalam bidang Arsitektur dan menyadari peran arsitek  di masyarakat, khususnya dalam penyusunan kerangka acuan kerja yang  memperhitungkan faktor-faktor social&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;8. Persiapan Pekerjaan Perancangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Memahami metode penelusuran dan penyiapan program rancangan bagi sebuah proyek perancangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;9. Pengertian Masalah Antar-Disiplin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Memahami permasalahan struktur, konstruksi dan rekayasa yang berkaitan dengan perancangan bangunan gedung&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;10. Pengetahuan Fisik dan Fisika Bangunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menguasai  pengetahuan yang memadai mengenai permasalahan fisik dan fisika,  teknologi dan fungsi bangunan gedung sehingga dapat melengkapinya dengan  kondisi internal yang memberi kenyamanan serta perlindungan terhadap  iklim setempat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;11. Penerapan Batasan Anggaran dan Peraturan Bangunan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menguasai  keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pihak pengguna  bangunan gedung dalam rentang-kendala biaya pembangunan dan peraturan  bangunan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;12. Pengetahuan Industri Kontruksi dalam Perencanaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menguasai  pengetahuan yang memadai tentang industri, organisasi, peraturan dan  tata-cara yang berkaitan dengan proses penerjemahan konsep perancangan  menjadi bangunan gedung serta proses mempadukan penataan denah-denahnya  menjadi sebuah perencanaan yang menyeluruh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;13. Pengetahuan Manajemen Proyek&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menguasai pengetahuan yang memadai mengenai pendanaan proyek, manajemen proyek dan pengendalian biaya pembangunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-4431497754794717028?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/4431497754794717028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2011/05/standar-profesi-eropa-dalam-arsitektur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/4431497754794717028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/4431497754794717028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2011/05/standar-profesi-eropa-dalam-arsitektur.html' title='standar profesi eropa dalam  arsitektur'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-2458720496865965491</id><published>2011-05-02T05:06:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T05:11:13.229-07:00</updated><title type='text'>Profesi di USA dan Canada</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Keuangan Pemerintah Asosiasi dari Amerika Serikat dan Kanada  adalah organisasi profesional pejabat publik bersatu untuk meningkatkan  dan mempromosikan manajemen profesional sumber daya keuangan pemerintah  dengan mengidentifikasi, mengembangkan dan memajukan strategi fiskal,  kebijakan, dan praktek untuk kepentingan publik.&lt;br /&gt;Untuk lebih tujuan tersebut, aparat pemerintah membiayai semua  diperintahkan untuk mematuhi standar hukum, moral, dan profesional  perilaku dalam pemenuhan tanggung jawab profesional mereka. Standar  perilaku profesional sebagaimana diatur dalam kode ini diwujudkan dalam  rangka meningkatkan kinerja semua orang yang terlibat dalam keuangan  publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mereka harus mencurahkan waktu, keterampilan, dan energi ke kantor  mereka baik secara independen dan bekerja sama dengan profesional  lainnya.&lt;br /&gt;• Mereka harus mematuhi praktek profesional disetujui dan standar yang dianjurkan.&lt;br /&gt;I. Tanggung jawab sebagai Pejabat Publik&lt;br /&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus mengakui dan bertanggung jawab atas tanggung jawab mereka sebagai pejabat di sektor publik.&lt;br /&gt;• Mereka harus sensitif dan responsif terhadap hak-hak publik dan kebutuhan-kebutuhannya berubah.&lt;br /&gt;• Mereka harus berusaha untuk memberikan kualitas kinerja tertinggi dan nasihat.&lt;br /&gt;• Mereka akan bersikap bijaksana dan integritas dalam pengelolaan dana dalam tahanan mereka dan dalam semua transaksi keuangan.&lt;br /&gt;• Mereka harus menjunjung tinggi baik surat dan semangat undang-undang,  konstitusi, dan peraturan yang mengatur tindakan mereka dan melaporkan  pelanggaran hukum kepada pihak yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-365"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;II. Pengembangan Profesional&lt;br /&gt;petugas pembiayaan Pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga kompetensi  mereka sendiri, untuk meningkatkan kompetensi kolega mereka, dan untuk  memberikan dorongan untuk mereka yang ingin memasuki bidang keuangan  pemerintah. petugas Keuangan harus meningkatkan keunggulan dalam  pelayanan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Pribadi Standar&lt;br /&gt; petugas pembiayaan Pemerintah harus menunjukkan dan didedikasikan untuk  cita-cita tertinggi kehormatan dan integritas dalam semua hubungan  masyarakat dan pribadi untuk mendapat rasa hormat, kepercayaan, dan  keyakinan yang mengatur pejabat, pejabat publik lainnya, karyawan, dan  masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Integritas Profesional – Informasi&lt;br /&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus menunjukkan integritas profesional dalam penerbitan dan pengelolaan informasi.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan sadar tanda, berlangganan, atau mengizinkan  penerbitan pernyataan atau laporan yang berisi salah saji atau yang  menghilangkan fakta material apapun.&lt;br /&gt;• Mereka harus menyiapkan dan menyajikan laporan dan informasi keuangan  sesuai dengan hukum yang berlaku dan praktek yang berlaku umum dan  pedoman.&lt;br /&gt;• Mereka harus menghormati dan melindungi informasi rahasia yang mereka memiliki akses berdasarkan kantor mereka.&lt;br /&gt;• Mereka harus sensitif dan responsif terhadap pertanyaan dari  masyarakat dan media, dalam kerangka kebijakan pemerintah negara bagian  atau lokal.&lt;br /&gt;V. Integritas Profesional – Hubungan&lt;br /&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus bertindak dengan kehormatan, integritas, dan kebajikan dalam semua hubungan profesional.&lt;br /&gt;• Mereka harus menunjukkan kesetiaan dan kepercayaan dalam urusan dan  kepentingan pemerintah yang mereka layani, dalam batas-batas Kode Etik  ini.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan sadar menjadi pihak atau membiarkan aktivitas ilegal atau tidak layak.&lt;br /&gt;• Mereka harus menghormati hak, tanggung jawab, dan integritas dari  rekan-rekan mereka dan pejabat publik lainnya dengan siapa mereka  bekerja dan asosiasi.&lt;br /&gt;• Mereka harus mengatur semua hal personil dalam lingkup kewenangan  mereka sehingga keadilan dan ketidakberpihakan mengatur keputusan  mereka.&lt;br /&gt;• Mereka akan mempromosikan kesempatan kerja yang sama, dan dengan  berbuat demikian, menentang diskriminasi, pelecehan, atau praktik yang  tidak adil lainnya.&lt;br /&gt;VI. Konflik Kepentingan&lt;br /&gt;petugas pembiayaan Pemerintah harus secara aktif menghindari munculnya atau kenyataan benturan kepentingan.&lt;br /&gt;• Mereka harus melaksanakan tugas mereka tanpa bantuan dan harus menahan  diri dari terlibat dalam hal-hal di luar kepentingan keuangan atau  pribadi yang tidak sesuai dengan kinerja tidak memihak dan tujuan tugas  mereka.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan, secara langsung atau tidak langsung, mencari atau  menerima keuntungan pribadi yang akan mempengaruhi, atau tampaknya  mempengaruhi, pelaksanaan tugas resmi mereka.&lt;br /&gt;• Mereka tidak akan menggunakan milik umum atau sumber daya untuk keuntungan pribadi atau politik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-2458720496865965491?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/2458720496865965491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2011/05/profesi-di-usa-dan-canada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/2458720496865965491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/2458720496865965491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2011/05/profesi-di-usa-dan-canada.html' title='Profesi di USA dan Canada'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-7481331575626150521</id><published>2011-05-02T04:58:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T05:05:29.317-07:00</updated><title type='text'>Standar profesi  indonesia &amp; regional</title><content type='html'>&lt;p&gt;Institusi pemerintah telah mulai melakukan klasifikasi pekerjaan  dalam bidang teknologi informasi ini. Klasifikasi pekerjaan ini telah  diterapkan sejak 1992. Bagaimanapun juga, klasifikasi pekerjaan ini  masih belum dapat mengakomodasi klasifikasi pekerjaan pada teknologi  informasi. Terlebih lagi, deskripsi pekerjaan setiap klasifikasi  pekerjaan masih tidak jelas dalam membedakan setiap sel pekerjaan.&lt;br /&gt;Beberapa  perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah mempunyai klasifikasi  pekerjaannya sendiri. Begitu juga dengan beberapa perusahaan swasta yang  besar, telah mengembangkan klasifikasi pekerjaan mereka sendiri juga.  Belum adanya standardisasi klasifikasi pekerjaan ini terkadang  menimbulkan kesulitan bagi para profesional TI.&lt;br /&gt;Departemen Tenaga Kerja berkeinginan untuk mengeluarkan &lt;b&gt;standard kompetensi&lt;/b&gt;  untuk teknologi informasi. IPKIN diharapkan memberikan sumbangan untuk  formulasi standard kompetensi pada Teknologi Informasi. Dengan mengacu  ke model regional (model SRIG-PS), standard kompetensi yang akan  diterapkan di Indonesia akan mudah dapat diterima dan disetarakan di  negara-negara lain di region ini. Bagaimanapun juga, suatu persetujuan  bilateral harus dicapai antara Pemerintah kedua negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Profesi TI di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasar Teknologi Informasi di Indonesia ditunjukkan pada tabel berikut ini (Infokomputer, 1995) :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;center&gt; &lt;table border="1"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th rowspan="2"&gt;Jenis Perangkat&lt;/th&gt;&lt;th colspan="5"&gt;dalam million US$&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;1988&lt;/td&gt;&lt;td&gt;1989&lt;/td&gt;&lt;td&gt;1990&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;1991&lt;/td&gt;&lt;td&gt;1995&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Perangkat keras&lt;/td&gt;&lt;td&gt;192.5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;252&lt;/td&gt;&lt;td&gt;303.6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;292.8&lt;/td&gt;&lt;td&gt; 57.2&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Perangkat Lunak &lt;/td&gt;&lt;td&gt;20 &lt;/td&gt;&lt;td&gt;35&lt;/td&gt;&lt;td&gt;50.6&lt;/td&gt;&lt;td&gt; 67.2&lt;/td&gt;&lt;td&gt; 75&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Jasa&lt;/td&gt;&lt;td&gt;25&lt;/td&gt;&lt;td&gt;39&lt;/td&gt;&lt;td&gt; 55.2&lt;/td&gt;&lt;td&gt; 62.4&lt;/td&gt;&lt;td&gt;111&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Peralatan tambahan (komunikasi data dll)&lt;/td&gt;&lt;td&gt;12.5&lt;/td&gt;&lt;td&gt;28&lt;/td&gt; &lt;td&gt;50.6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;57.6&lt;/td&gt;&lt;td&gt;60&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;th&gt;Total&lt;/th&gt;&lt;td&gt;250&lt;/td&gt;&lt;td&gt;354&lt;/td&gt;&lt;td&gt;460&lt;/td&gt;&lt;td&gt;480&lt;/td&gt; &lt;td&gt;818&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Jumlah mahasiswa yang mempelajari teknologi informasi di Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;center&gt; &lt;table border="1"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th&gt;Jenis Pendidikan&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Jumlah mahasiswa&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Jumlah kelulusan&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Non Gelar di Universitas Swasta&lt;/td&gt;&lt;td&gt; 25376&lt;/td&gt;&lt;td&gt; 5100&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Strata 1 di Universitas Swasta &lt;/td&gt;&lt;td&gt; 27903 &lt;/td&gt;&lt;td&gt; 7500&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;Strata 1 di Universitas Negeri &lt;/td&gt;&lt;td&gt; 2300&lt;/td&gt;&lt;td&gt;  100&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;th&gt;Total &lt;/th&gt;&lt;td&gt;55579&lt;/td&gt;&lt;td&gt;12700&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Klasifikasi Pekerjaan TI pada Institusi Pemerintah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejak  tahun 1991, ada sekitar lebih dari 400 profesional pada Teknologi  Informasi yang bekerja pada institusi pemerintah. Pemerintah Indonesia  telah menspesifikasi klasifikasi pekerjaan untuk teknologi informasi,  untuk tingkat programmer dan tingkat sistem analis. Tingkat-tingkat ini  lebih tinggi dari tingkat operator. Klasifikasi ini diterapkan untuk  memberikan skema pengembangan profesi yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;Klasifikasi pekerjaan ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="1" cellpadding="1" height="cellspacing=2"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;th&gt;Pangkat&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Tingkat&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Nama&lt;/th&gt;&lt;th&gt;Deskripsi Pekerjaan &lt;/th&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;IIB s/d IIID&lt;/td&gt;&lt;td&gt;01&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Asisten Pranata&lt;br /&gt;Komputer Madya &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Membantu dalam pelaksanaan studi kelayakan&lt;br /&gt;Membantu dalam pembuatan spesifikasi sistem&lt;br /&gt;Mempelajari spesifikasi sistem dan memformulasikan&lt;br /&gt;spesifikasi program&lt;br /&gt;Menguji program&lt;br /&gt;Dokumentasi program dan manual operasi&lt;br /&gt;Pemeliharaan dan meng-up-grade sistem &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;02&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Asisten Pranata Komputer &lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;03&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ajun Pranata Komputer  Muda&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;04&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ajun Pranata Komputer Madya&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;05&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ajun Pranata Komputer &lt;/td&gt; &lt;td&gt;Melengkapi implementasi sistem&lt;br /&gt;Mengembangkan sistem dan program&lt;br /&gt;Mensupervisi Pranata Komputer&lt;br /&gt;Menerbitkan publikasi ilmiah dalam teknologi&lt;br /&gt;informasi&lt;br /&gt;Membantu pelaksanaan konsultasi dalam&lt;br /&gt;mengembangkan teknologi informasi di institusi&lt;br /&gt;pemerintah &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;06&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ahli Pranata Komputer Pratama&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;IV-A&lt;/td&gt;&lt;td&gt;07&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ahli Prata Komputer Muda &lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;08&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ahli Pranata Komputer Madya&lt;/td&gt; &lt;td&gt;Melaksanakan studi kelayakan&lt;br /&gt;Mengimplementasi sistem&lt;br /&gt;Menguji sistem&lt;br /&gt;Mengembangkan sistem&lt;br /&gt;Mensupervisi Pranata Komputer&lt;br /&gt;Menerbitkan publikasi ilmiah dalam teknologi&lt;br /&gt;informasi&lt;br /&gt;Memilih teknologi yang sesuai untuk teknologi&lt;br /&gt;informasi dalam institusi pemerintah&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;09&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ahli Pranata Komputer&lt;br /&gt; Utama Pratama&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;10&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ahli Pranata Komputer&lt;br /&gt; Utama Muda&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;11&lt;/td&gt;&lt;td&gt;Ahli Pranata Komputer&lt;br /&gt; Utama Madya&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi pekerjaan ini dirancang dengan mempertimbangkan persyaratan utama dan persyaratan tambahan setiap sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://openstorage.gunadarma.ac.id/~mwiryana/IPKIN/SRIG-PS/st_page2.html&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;    &lt;span class="post-author vcard"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-7481331575626150521?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/7481331575626150521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2011/05/standar-profesi-indonesia-regional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/7481331575626150521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/7481331575626150521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2011/05/standar-profesi-indonesia-regional.html' title='Standar profesi  indonesia &amp; regional'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-1679134601175181171</id><published>2011-04-28T18:50:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:06:27.984-07:00</updated><title type='text'>Standar Profesi ACM &amp; IEEE</title><content type='html'>Rekayasa Perangkat Lunak Kode Etik dan Profesional Praktek (Versi 5.2) seperti yang direkomendasikan oleh ACM / IEEE-CS Joint Task Force on Software Engineering Etika dan Profesional Praktek dan bersama-sama disetujui oleh ACM dan IEEE-CS sebagai standar untuk mengajar dan berlatih perangkat lunak rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kode singkat merangkum aspirasi pada tingkat tinggi abstraksi tersebut; klausa yang disertakan dalam versi lengkap memberikan contoh-contoh dan rincian tentang bagaimana aspirasi ini mengubah cara kita bertindak sebagai profesional rekayasa perangkat lunak. Without the aspirations, the details can become legalistic and tedious; without the details, the aspirations can become high sounding but empty; together, the aspirations and the details form a cohesive code. Tanpa aspirasi, rincian bisa menjadi legalistik dan membosankan; tanpa rincian, aspirasi dapat menjadi tinggi terdengar tapi kosong; bersama-sama, aspirasi dan rincian bentuk kode kohesif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineers shall commit themselves to making the analysis, specification, design, development, testing and maintenance of software a beneficial and respected profession. insinyur Perangkat Lunak harus berkomitmen untuk membuat analisis, spesifikasi, desain, pengembangan, pengujian dan pemeliharaan perangkat lunak dan dihormati profesi menguntungkan. In accordance with their commitment to the health, safety and welfare of the public, software engineers shall adhere to the following Eight Principles: Sesuai dengan komitmen mereka untuk kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, insinyur perangkat lunak harus mematuhi Delapan Prinsip berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1. PUBLIC – Software engineers shall act consistently with the public interest. UMUM – Software insinyur harus bertindak secara konsisten dengan kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. 2. CLIENT AND EMPLOYER – Software engineers shall act in a manner that is in the best interests of their client and employer consistent with the public interest. KLIEN dan majikan – Software insinyur harus bertindak dengan cara yang adalah kepentingan terbaik klien mereka dan majikan yang konsisten dengan kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 3. PRODUCT – Software engineers shall ensure that their products and related modifications meet the highest professional standards possible. PRODUK – Software insinyur harus memastikan bahwa produk dan modifikasi yang terkait dengan memenuhi standar profesional tertinggi mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 4. JUDGMENT – Software engineers shall maintain integrity and independence in their professional judgment. PENGHAKIMAN – Software insinyur harus mempertahankan integritas dan kemandirian dalam penilaian profesional mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 5. MANAGEMENT – Software engineering managers and leaders shall subscribe to and promote an ethical approach to the management of software development and maintenance. MANAJEMEN – Rekayasa Perangkat Lunak manajer dan pemimpin harus berlangganan dan mempromosikan pendekatan etis kepada manajemen pengembangan perangkat lunak dan pemeliharaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. 6. PROFESSION – Software engineers shall advance the integrity and reputation of the profession consistent with the public interest. PROFESI – Software insinyur harus memajukan integritas dan reputasi profesi yang konsisten dengan kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. 7. COLLEAGUES – Software engineers shall be fair to and supportive of their colleagues. Kolega – Software engineer harus bersikap adil dan mendukung rekan-rekan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. 8. SELF – Software engineers shall participate in lifelong learning regarding the practice of their profession and shall promote an ethical approach to the practice of the profession. DIRI – Software insinyur harus berpartisipasi dalam belajar seumur hidup tentang praktek profesi mereka dan akan mempromosikan pendekatan etis untuk praktek profesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software Engineering Code of Ethics and Professional Practice (Full Version) Rekayasa Perangkat Lunak Kode Etik dan Praktek Profesional (Full Version)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PREAMBLE MUKADIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Computers have a central and growing role in commerce, industry, government, medicine, education, entertainment and society at large. Komputer memiliki peran sentral dan berkembang dalam perdagangan, industri, pemerintah, kedokteran, pendidikan, hiburan dan masyarakat pada umumnya. Software engineers are those who contribute by direct participation or by teaching, to the analysis, specification, design, development, certification, maintenance and testing of software systems. insinyur Perangkat Lunak adalah mereka yang berkontribusi dengan partisipasi langsung atau dengan mengajar, untuk analisis, spesifikasi, desain, pengembangan, sertifikasi, pemeliharaan dan pengujian sistem perangkat lunak. Because of their roles in developing software systems, software engineers have significant opportunities to do good or cause harm, to enable others to do good or cause harm, or to influence others to do good or cause harm. Karena peran mereka dalam mengembangkan sistem perangkat lunak, perangkat lunak insinyur memiliki kesempatan signifikan untuk melakukan atau menyebabkan kerugian yang baik, untuk memungkinkan orang lain untuk berbuat baik atau merugikan menyebabkan, atau untuk mempengaruhi orang lain untuk berbuat baik atau menyebabkan kerusakan. To ensure, as much as possible, that their efforts will be used for good, software engineers must commit themselves to making software engineering a beneficial and respected profession. Untuk memastikan, sebanyak mungkin, bahwa upaya mereka akan digunakan untuk kebaikan, insinyur perangkat lunak harus komitmen untuk membuat rekayasa perangkat lunak dan dihormati profesi menguntungkan. In accordance with that commitment, software engineers shall adhere to the following Code of Ethics and Professional Practice. Sesuai dengan komitmen itu, insinyur perangkat lunak harus mematuhi berikut Kode Etik dan Praktek Profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Code contains eight Principles related to the behavior of and decisions made by professional software engineers, including practitioners, educators, managers, supervisors and policy makers, as well as trainees and students of the profession. Kode berisi delapan Prinsip-prinsip yang berkaitan dengan perilaku dan keputusan dibuat oleh para insinyur perangkat lunak profesional, termasuk praktisi, pendidik, manajer, supervisor dan pembuat kebijakan, serta trainee dan mahasiswa profesi. The Principles identify the ethically responsible relationships in which individuals, groups, and organizations participate and the primary obligations within these relationships. Prinsip bertanggung jawab mengidentifikasi hubungan etis di mana individu-individu, kelompok, dan organisasi berpartisipasi dan kewajiban utama dalam hubungan ini. The Clauses of each Principle are illustrations of some of the obligations included in these relationships. The Klausul setiap Prinsip adalah ilustrasi dari beberapa kewajiban yang tercantum dalam hubungan ini. These obligations are founded in the software engineer’s humanity, in special care owed to people affected by the work of software engineers, and the unique elements of the practice of software engineering. Kewajiban ini didirikan pada perangkat lunak insinyur kemanusiaan, dalam perawatan khusus berutang kepada orang-orang dipengaruhi oleh karya insinyur perangkat lunak, dan unsur-unsur yang unik dari praktek rekayasa perangkat lunak. The Code prescribes these as obligations of anyone claiming to be or aspiring to be a software engineer. Kode mengatur kewajiban ini sebagai orang yang mengaku atau bercita-cita menjadi insinyur perangkat lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is not intended that the individual parts of the Code be used in isolation to justify errors of omission or commission. Hal ini tidak dimaksudkan bahwa bagian-bagian individual dari Kode digunakan dalam isolasi untuk membenarkan kesalahan dari kelalaian atau komisi. The list of Principles and Clauses is not exhaustive. Daftar Prinsip dan Klausa tidak lengkap. The Clauses should not be read as separating the acceptable from the unacceptable in professional conduct in all practical situations. The Klausul tidak harus dibaca sebagai memisahkan diterima dari diterima dalam perilaku profesional dalam semua situasi praktis. The Code is not a simple ethical algorithm that generates ethical decisions. Kode tidak etis algoritma sederhana yang menghasilkan keputusan yang etis. In some situations standards may be in tension with each other or with standards from other sources. Dalam beberapa situasi mungkin standar dalam ketegangan satu sama lain atau dengan standar dari sumber lain. These situations require the software engineer to use ethical judgment to act in a manner which is most consistent with the spirit of the Code of Ethics and Professional Practice, given the circumstances. Situasi-situasi ini memerlukan perangkat lunak insinyur menggunakan penilaian etika untuk bertindak dengan cara yang paling konsisten dengan semangat Kode Etik dan Praktek Profesional, mengingat keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethical tensions can best be addressed by thoughtful consideration of fundamental principles, rather than blind reliance on detailed regulations. ketegangan Etis terbaik dapat diatasi dengan pertimbangan bijaksana dari prinsip dasar, daripada ketergantungan buta pada peraturan rinci. These Principles should influence software engineers to consider broadly who is affected by their work; to examine if they and their colleagues are treating other human beings with due respect; to consider how the public, if reasonably well informed, would view their decisions; to analyze how the least empowered will be affected by their decisions; and to consider whether their acts would be judged worthy of the ideal professional working as a software engineer. Prinsip ini harus mempengaruhi insinyur perangkat lunak untuk mempertimbangkan luas yang dipengaruhi oleh pekerjaan mereka; untuk menguji apakah mereka dan rekan mereka memperlakukan manusia lain dengan hormat; untuk mempertimbangkan bagaimana masyarakat, jika informasi yang cukup baik, akan melihat keputusan mereka; untuk menganalisis bagaimana paling tidak diberdayakan akan dipengaruhi oleh keputusan mereka, dan untuk mempertimbangkan apakah tindakan mereka akan dinilai layak untuk bekerja profesional yang ideal sebagai insinyur perangkat lunak. In all these judgments concern for the health, safety and welfare of the public is primary; that is, the “Public Interest” is central to this Code. Dalam perhatian semua penilaian untuk kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat adalah utama, yaitu yang “Kepentingan Umum” adalah pusat dari Kode Etik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The dynamic and demanding context of software engineering requires a code that is adaptable and relevant to new situations as they occur. Dinamika dan menuntut konteks rekayasa perangkat lunak memerlukan kode yang adaptif dan relevan dengan situasi baru yang terjadi. However, even in this generality, the Code provides support for software engineers and managers of software engineers who need to take positive action in a specific case by documenting the ethical stance of the profession. Namun, bahkan di umum ini, Kode menyediakan dukungan untuk perangkat lunak insinyur dan manajer dari insinyur perangkat lunak yang perlu mengambil tindakan positif dalam kasus tertentu dengan mendokumentasikan sikap etika profesi. The Code provides an ethical foundation to which individuals within teams and the team as a whole can appeal. Kode memberikan landasan etika yang individu dalam tim dan tim secara keseluruhan dapat naik banding. The Code helps to define those actions that are ethically improper to request of a software engineer or teams of software engineers. Kode membantu untuk menentukan tindakan-tindakan yang etis tidak layak untuk meminta seorang insinyur perangkat lunak atau tim insinyur perangkat lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Code is not simply for adjudicating the nature of questionable acts; it also has an important educational function. Kode ini tidak hanya untuk mengadili sifat tindakan dipertanyakan, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan penting. As this Code expresses the consensus of the profession on ethical issues, it is a means to educate both the public and aspiring professionals about the ethical obligations of all software engineers. Karena ini mengungkapkan Kode konsensus para profesi pada isu-isu etis, itu adalah sarana untuk mendidik publik dan calon profesional tentang kewajiban etis dari semua insinyur perangkat lunak.&lt;br /&gt;PRINCIPLES PRINSIP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle 1: PUBLIC Prinsip 1: UMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineers shall act consistently with the public interest. insinyur Perangkat Lunak harus bertindak secara konsisten dengan kepentingan publik. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.01. 1,01. Accept full responsibility for their own work. Menerima tanggung jawab penuh atas pekerjaan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.02. 1,02. Moderate the interests of the software engineer, the employer, the client and the users with the public good. Moderat kepentingan insinyur perangkat lunak, majikan, klien dan pengguna dengan barang publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.03. 1,03. Approve software only if they have a well-founded belief that it is safe, meets specifications, passes appropriate tests, and does not diminish quality of life, diminish privacy or harm the environment. Menyetujui perangkat lunak hanya jika mereka memiliki keyakinan juga mendirikan bahwa itu aman, memenuhi spesifikasi, melewati tes yang sesuai, dan tidak mengurangi kualitas hidup, mengurangi privasi atau merugikan lingkungan. The ultimate effect of the work should be to the public good. Pengaruh utama dari pekerjaan sebaiknya pada kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.04. 1.04. Disclose to appropriate persons or authorities any actual or potential danger to the user, the public, or the environment, that they reasonably believe to be associated with software or related documents. Mengungkapkan kepada orang yang tepat atau otoritas apapun atau potensi bahaya yang sebenarnya bagi pengguna, masyarakat, atau lingkungan, bahwa mereka cukup yakin untuk dihubungkan dengan perangkat lunak atau dokumen terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.05. 1,05. Cooperate in efforts to address matters of grave public concern caused by software, its installation, maintenance, support or documentation. Bekerja sama dalam upaya untuk mengatasi masalah-masalah yang menjadi perhatian publik kubur disebabkan oleh perangkat lunak, instalasi, pemeliharaan, dukungan atau dokumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.06. 1,06. Be fair and avoid deception in all statements, particularly public ones, concerning software or related documents, methods and tools. Adil dan menghindari penipuan dalam semua laporan, masyarakat yang terutama, tentang software atau dokumen-dokumen terkait, metode dan alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.07. 1,07. Consider issues of physical disabilities, allocation of resources, economic disadvantage and other factors that can diminish access to the benefits of software. Pertimbangkan masalah cacat fisik, alokasi sumber daya, merugikan ekonomi dan faktor-faktor lain yang dapat mengurangi akses ke manfaat dari perangkat lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.08. 1,08. Be encouraged to volunteer professional skills to good causes and contribute to public education concerning the discipline. Didorong untuk relawan keterampilan profesional untuk tujuan yang baik dan memberikan kontribusi untuk pendidikan masyarakat tentang disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle 2: CLIENT AND EMPLOYER Prinsip 2: CLIENT dan majikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineers shall act in a manner that is in the best interests of their client and employer, consistent with the public interest. insinyur Perangkat Lunak harus bertindak dengan cara yang adalah kepentingan terbaik klien mereka dan majikan, konsisten dengan kepentingan publik. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.01. 2,01. Provide service in their areas of competence, being honest and forthright about any limitations of their experience and education. Menyediakan layanan di daerah mereka kompetensi, bersikap jujur dan terus terang mengenai keterbatasan pengalaman dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.02. 2,02. Not knowingly use software that is obtained or retained either illegally or unethically. Tidak sengaja menggunakan perangkat lunak yang diperoleh atau ditahan secara ilegal atau tidak etis baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.03. 2,03. Use the property of a client or employer only in ways properly authorized, and with the client’s or employer’s knowledge and consent. Gunakan milik klien atau majikan hanya dengan cara yang benar resmi, dan dengan itu klien atau majikan pengetahuan dan persetujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.04. 2,04. Ensure that any document upon which they rely has been approved, when required, by someone authorized to approve it. Pastikan bahwa setiap dokumen yang di atasnya mereka bergantung telah disetujui, jika diperlukan, oleh seseorang yang berwenang untuk menyetujuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.05. 2,05. Keep private any confidential information gained in their professional work, where such confidentiality is consistent with the public interest and consistent with the law. Rahasiakan informasi rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan profesional mereka, di mana kerahasiaan tersebut konsisten dengan kepentingan umum dan konsisten dengan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.06. 2,06. Identify, document, collect evidence and report to the client or the employer promptly if, in their opinion, a project is likely to fail, to prove too expensive, to violate intellectual property law, or otherwise to be problematic. Mengidentifikasi, dokumen, mengumpulkan bukti dan melaporkan kepada klien atau majikan segera jika, menurut mereka, sebuah proyek akan gagal, untuk membuktikan terlalu mahal, untuk melanggar hukum kekayaan intelektual, atau menjadi problematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.07. 2,07. Identify, document, and report significant issues of social concern, of which they are aware, in software or related documents, to the employer or the client. Mengidentifikasi, dokumen, dan laporan yang signifikan masalah-masalah sosial, dimana mereka sadar, dalam perangkat lunak atau dokumen terkait, dengan majikan atau klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.08. 2,08. Accept no outside work detrimental to the work they perform for their primary employer. Terima tidak bekerja di luar merugikan pekerjaan yang mereka lakukan untuk majikan utama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.09. 2,09. Promote no interest adverse to their employer or client, unless a higher ethical concern is being compromised; in that case, inform the employer or another appropriate authority of the ethical concern. Promosikan bunga tidak merugikan dengan majikan mereka atau klien, kecuali perhatian etis yang lebih tinggi berkompromi, dalam hal itu, menginformasikan majikan atau otoritas lain yang sesuai dari keprihatinan etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle 3: PRODUCT Prinsip 3: PRODUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineers shall ensure that their products and related modifications meet the highest professional standards possible. insinyur Perangkat Lunak harus memastikan bahwa produk dan modifikasi yang terkait dengan memenuhi standar profesional tertinggi mungkin. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.01. 3.01. Strive for high quality, acceptable cost and a reasonable schedule, ensuring significant tradeoffs are clear to and accepted by the employer and the client, and are available for consideration by the user and the public. Upaya untuk kualitas tinggi, biaya diterima dan jadwal yang masuk akal, memastikan timbal balik yang signifikan jelas dan diterima oleh majikan dan klien, dan tersedia untuk dipertimbangkan oleh pengguna dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.02. 3,02. Ensure proper and achievable goals and objectives for any project on which they work or propose. Pastikan yang tepat dan dapat dicapai tujuan dan sasaran untuk setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.03. 3,03. Identify, define and address ethical, economic, cultural, legal and environmental issues related to work projects. Mengidentifikasi, menentukan dan alamat etis,, budaya, hukum dan lingkungan masalah ekonomi terkait dengan pekerjaan proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.04. 3,04. Ensure that they are qualified for any project on which they work or propose to work by an appropriate combination of education and training, and experience. Pastikan bahwa mereka memenuhi syarat untuk setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan untuk bekerja dengan kombinasi pendidikan dan pelatihan, dan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.05. 3,05. Ensure an appropriate method is used for any project on which they work or propose to work. Pastikan metode yang tepat digunakan untuk setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.06. 3,06. Work to follow professional standards, when available, that are most appropriate for the task at hand, departing from these only when ethically or technically justified. Pekerjaan untuk mengikuti standar profesional, bila tersedia, yang paling sesuai untuk tugas di tangan, berangkat dari hanya bila etis atau dibenarkan secara teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.07. 3,07. Strive to fully understand the specifications for software on which they work. Upaya untuk memahami spesifikasi untuk perangkat lunak pada tempat mereka bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.08. 3,08. Ensure that specifications for software on which they work have been well documented, satisfy the users’ requirements and have the appropriate approvals. Pastikan bahwa spesifikasi untuk perangkat lunak pada tempat mereka bekerja telah didokumentasikan dengan baik, pengguna memenuhi persyaratan dan memiliki persetujuan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.09. 3,09. Ensure realistic quantitative estimates of cost, scheduling, personnel, quality and outcomes on any project on which they work or propose to work and provide an uncertainty assessment of these estimates. Memastikan perkiraan realistis kuantitatif biaya, penjadwalan, personil, kualitas dan hasil pada setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan untuk bekerja dan memberikan penilaian ketidakpastian dari perkiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.10. 3.10. Ensure adequate testing, debugging, and review of software and related documents on which they work. Pastikan pengujian yang memadai, debugging, dan review perangkat lunak dan dokumen yang terkait dengan tempat mereka bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.11. 3.11. Ensure adequate documentation, including significant problems discovered and solutions adopted, for any project on which they work. Pastikan dokumentasi yang memadai, termasuk masalah-masalah yang signifikan ditemukan dan solusi yang diadopsi, untuk setiap proyek di mana mereka bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.12. 3.12. Work to develop software and related documents that respect the privacy of those who will be affected by that software. Bekerja untuk mengembangkan perangkat lunak dan dokumen-dokumen terkait yang menghormati privasi mereka yang akan terpengaruh oleh perangkat lunak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.13. 3,13. Be careful to use only accurate data derived by ethical and lawful means, and use it only in ways properly authorized. Hati-hati untuk hanya menggunakan data yang akurat yang diperoleh dan halal berarti etis, dan menggunakannya hanya dengan cara diotorisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.14. 3,14. Maintain the integrity of data, being sensitive to outdated or flawed occurrences. Menjaga integritas data, yang sensitif terhadap kejadian usang atau cacat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.15 Treat all forms of software maintenance with the same professionalism as new development. 3,15 Perlakukan semua bentuk perawatan perangkat lunak dengan profesionalisme yang sama dengan perkembangan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle 4: JUDGMENT Prinsip 4: PENGHAKIMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineers shall maintain integrity and independence in their professional judgment. insinyur Perangkat Lunak harus mempertahankan integritas dan kemandirian dalam penilaian profesional mereka. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.01. 4.01. Temper all technical judgments by the need to support and maintain human values. Marah semua teknis penilaian oleh kebutuhan untuk mendukung dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.02 Only endorse documents either prepared under their supervision or within their areas of competence and with which they are in agreement. Hanya 4,02 mendukung dokumen baik disiapkan di bawah pengawasan atau dalam wilayah kompetensi mereka dan dengan yang mereka setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.03. 4,03. Maintain professional objectivity with respect to any software or related documents they are asked to evaluate. Menjaga objektivitas profesional sehubungan dengan perangkat lunak atau dokumen yang terkait mereka diminta untuk mengevaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.04. 4,04. Not engage in deceptive financial practices such as bribery, double billing, or other improper financial practices. Tidak terlibat dalam praktik penipuan keuangan seperti penyuapan, penagihan ganda, atau praktik keuangan yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.05. 4,05. Disclose to all concerned parties those conflicts of interest that cannot reasonably be avoided or escaped. Mengungkapkan kepada semua pihak yang konflik kepentingan yang tidak dapat dihindari wajar atau melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.06. 4,06. Refuse to participate, as members or advisors, in a private, governmental or professional body concerned with software related issues, in which they, their employers or their clients have undisclosed potential conflicts of interest. Menolak untuk berpartisipasi, sebagai anggota atau penasehat, dalam pemerintah, atau badan swasta profesional yang bersangkutan dengan masalah perangkat lunak terkait, di mana mereka, majikan mereka atau klien mereka memiliki potensi konflik kepentingan yang dirahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle 5: MANAGEMENT Prinsip 5: MANAJEMEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineering managers and leaders shall subscribe to and promote an ethical approach to the management of software development and maintenance . Rekayasa Perangkat Lunak manajer dan pemimpin harus berlangganan dan mempromosikan pendekatan etis kepada manajemen pengembangan perangkat lunak dan pemeliharaan. In particular, those managing or leading software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, mereka yang mengelola atau insinyur perangkat lunak terkemuka, bila tepat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.01 Ensure good management for any project on which they work, including effective procedures for promotion of quality and reduction of risk. 5,01 Pastikan baik manajemen untuk setiap proyek di mana mereka bekerja, termasuk prosedur yang efektif untuk promosi kualitas dan pengurangan risiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.02. 5,02. Ensure that software engineers are informed of standards before being held to them. Pastikan bahwa perangkat lunak insinyur informasi standar sebelum diadakan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.03. 5,03. Ensure that software engineers know the employer’s policies and procedures for protecting passwords, files and information that is confidential to the employer or confidential to others. Pastikan bahwa perangkat lunak insinyur tahu majikan kebijakan dan prosedur untuk melindungi password, file dan informasi yang bersifat rahasia kepada majikan atau rahasia kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.04. 5,04. Assign work only after taking into account appropriate contributions of education and experience tempered with a desire to further that education and experience. Menetapkan bekerja hanya setelah mempertimbangkan kontribusi yang sesuai pendidikan dan pengalaman temper dengan keinginan untuk lebih lanjut bahwa pendidikan dan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.05. 5,05. Ensure realistic quantitative estimates of cost, scheduling, personnel, quality and outcomes on any project on which they work or propose to work, and provide an uncertainty assessment of these estimates. Memastikan perkiraan realistis kuantitatif biaya, penjadwalan, personil, kualitas dan hasil pada setiap proyek di mana mereka bekerja atau mengusulkan untuk bekerja, dan memberikan penilaian ketidakpastian dari perkiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.06. 5,06. Attract potential software engineers only by full and accurate description of the conditions of employment. Menarik insinyur perangkat lunak potensial hanya dengan deskripsi lengkap dan akurat tentang kondisi kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.07. 5,07. Offer fair and just remuneration. Penawaran adil remunerasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.08. 5,08. Not unjustly prevent someone from taking a position for which that person is suitably qualified. Tidak adil mencegah seseorang dari mengambil posisi yang orang tersebut adalah kualifikasi yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.09. 5,09. Ensure that there is a fair agreement concerning ownership of any software, processes, research, writing, or other intellectual property to which a software engineer has contributed. Pastikan bahwa ada kesepakatan yang adil mengenai kepemilikan perangkat lunak, proses, penelitian, menulis, atau kekayaan intelektual lain yang seorang insinyur perangkat lunak telah memberikan kontribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.10. 5.10. Provide for due process in hearing charges of violation of an employer’s policy or of this Code. Menyediakan untuk proses karena mendengar tuduhan pelanggaran kebijakan majikan atau dari Kode Etik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.11. 5.11. Not ask a software engineer to do anything inconsistent with this Code. Tidak meminta seorang insinyur perangkat lunak untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan Kode Etik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.12. 5.12. Not punish anyone for expressing ethical concerns about a project. Tidak menghukum siapa saja untuk menyatakan keprihatinan etis tentang proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle 6: PROFESSION Prinsip 6: PROFESI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineers shall advance the integrity and reputation of the profession consistent with the public interest. insinyur Perangkat Lunak memajukan integritas dan reputasi profesi yang konsisten dengan kepentingan publik. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.01. 6,01. Help develop an organizational environment favorable to acting ethically. Membantu mengembangkan lingkungan organisasi yang kondusif untuk bertindak secara etis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.02. 6,02. Promote public knowledge of software engineering. Promosikan umum pengetahuan rekayasa perangkat lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.03. 6,03. Extend software engineering knowledge by appropriate participation in professional organizations, meetings and publications. Memperpanjang rekayasa perangkat lunak pengetahuan dengan partisipasi yang sesuai dalam organisasi profesional, pertemuan dan publikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.04. 6,04. Support, as members of a profession, other software engineers striving to follow this Code. Dukungan, sebagai anggota profesi, insinyur perangkat lunak lain berusaha untuk mematuhi Kode Etik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.05. 6,05. Not promote their own interest at the expense of the profession, client or employer. Tidak mempromosikan kepentingan mereka sendiri dengan mengorbankan profesi, klien atau majikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.06. 6,06. Obey all laws governing their work, unless, in exceptional circumstances, such compliance is inconsistent with the public interest. Patuhi semua peraturan hukum yang mengatur pekerjaan mereka, kecuali, dalam keadaan luar biasa, kepatuhan tersebut tidak konsisten dengan kepentingan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.07. 6,07. Be accurate in stating the characteristics of software on which they work, avoiding not only false claims but also claims that might reasonably be supposed to be speculative, vacuous, deceptive, misleading, or doubtful. Jadilah akurat dalam menyatakan karakteristik software pada tempat mereka bekerja, menghindari klaim palsu tidak hanya tetapi juga menyatakan bahwa cukup mungkin seharusnya spekulatif, hampa, menipu, menyesatkan, atau ragu-ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.08. 6,08. Take responsibility for detecting, correcting, and reporting errors in software and associated documents on which they work. Ambil tanggung jawab untuk mendeteksi, memperbaiki, dan pelaporan kesalahan dalam perangkat lunak dan dokumen yang terkait pada tempat mereka bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.09. 6,09. Ensure that clients, employers, and supervisors know of the software engineer’s commitment to this Code of ethics, and the subsequent ramifications of such commitment. Pastikan bahwa klien, majikan, dan supervisor mengetahui perangkat lunak insinyur komitmen untuk ini Kode etik, dan konsekuensi berikutnya dari komitmen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.10. 6,10. Avoid associations with businesses and organizations which are in conflict with this code. Hindari hubungan dengan bisnis dan organisasi yang bertentangan dengan kode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.11. 6,11. Recognize that violations of this Code are inconsistent with being a professional software engineer. Mengakui bahwa pelanggaran terhadap Kode Etik ini tidak konsisten dengan menjadi insinyur perangkat lunak profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.12. 6,12. Express concerns to the people involved when significant violations of this Code are detected unless this is impossible, counter-productive, or dangerous. Mengekspresikan keprihatinan kepada orang-orang yang terlibat ketika pelanggaran signifikan terhadap Kode Etik ini terdeteksi kecuali hal ini tidak mungkin, kontra-produktif, atau berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.13. 6,13. Report significant violations of this Code to appropriate authorities when it is clear that consultation with people involved in these significant violations is impossible, counter-productive or dangerous. signifikan Laporkan pelanggaran terhadap Kode Etik ini ke pihak yang berwenang ketika jelas bahwa konsultasi dengan orang-orang yang terlibat dalam pelanggaran yang signifikan adalah mustahil, kontra-produktif atau berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle 7: COLLEAGUES Prinsip 7: Kolega&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineers shall be fair to and supportive of their colleagues. Software engineer harus bersikap adil dan mendukung rekan-rekan mereka. In particular, software engineers shall, as appropriate: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus, bila sesuai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.01. 7,01. Encourage colleagues to adhere to this Code. Mendorong rekan untuk mematuhi Kode Etik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.02. 7,02. Assist colleagues in professional development. Membantu rekan-rekan dalam pengembangan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.03. 7,03. Credit fully the work of others and refrain from taking undue credit. Kredit sepenuhnya pekerjaan orang lain dan menahan diri dari mengambil kredit yang tidak semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.04. 7,04. Review the work of others in an objective, candid, and properly-documented way. Meninjau pekerjaan orang lain dalam, jujur, dan benar-didokumentasikan secara obyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.05. 7,05. Give a fair hearing to the opinions, concerns, or complaints of a colleague. Berikan sidang adil bagi pendapat, keprihatinan, atau keluhan dari rekan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.06. 7,06. Assist colleagues in being fully aware of current standard work practices including policies and procedures for protecting passwords, files and other confidential information, and security measures in general. Membantu rekan di sepenuhnya menyadari saat praktek kerja standar, termasuk kebijakan dan prosedur untuk melindungi password, file dan informasi rahasia lainnya, dan keamanan secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.07. 7,07. Not unfairly intervene in the career of any colleague; however, concern for the employer, the client or public interest may compel software engineers, in good faith, to question the competence of a colleague. Tidak adil campur tangan dalam karir kolega apapun, namun perhatian terhadap majikan, klien atau kepentingan umum dapat memaksa insinyur perangkat lunak, dengan itikad baik, mempertanyakan kompetensi kolega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.08. 7,08. In situations outside of their own areas of competence, call upon the opinions of other professionals who have competence in that area. Dalam situasi di luar wilayah kompetensi mereka sendiri, panggilan atas pendapat profesional lain yang memiliki kompetensi di bidang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Principle 8: SELF Prinsip 8: DIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Software engineers shall participate in lifelong learning regarding the practice of their profession and shall promote an ethical approach to the practice of the profession. insinyur Perangkat Lunak akan berpartisipasi dalam belajar seumur hidup tentang praktek profesi mereka dan akan mempromosikan pendekatan etis untuk praktek profesi. In particular, software engineers shall continually endeavor to: Secara khusus, perangkat lunak insinyur harus terus berusaha untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.01. 8,01. Further their knowledge of developments in the analysis, specification, design, development, maintenance and testing of software and related documents, together with the management of the development process. Lebih lanjut pengetahuan mereka tentang perkembangan di analisis, spesifikasi, desain, pengembangan, pemeliharaan dan pengujian perangkat lunak dan dokumen yang berkaitan, bersama dengan pengelolaan proses pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.02. 8,02. Improve their ability to create safe, reliable, and useful quality software at reasonable cost and within a reasonable time. Meningkatkan kemampuan mereka untuk menciptakan, handal, dan berguna kualitas perangkat lunak yang aman dengan biaya murah dan dalam waktu yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.03. 8,03. Improve their ability to produce accurate, informative, and well-written documentation. Meningkatkan kemampuan mereka untuk memproduksi, informatif, dan juga ditulis dokumentasi yang akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.04. 8,04. Improve their understanding of the software and related documents on which they work and of the environment in which they will be used. Meningkatkan pemahaman mereka terhadap perangkat lunak dan dokumen yang terkait pada tempat mereka bekerja dan lingkungan di mana mereka akan digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.05. 8,05. Improve their knowledge of relevant standards and the law governing the software and related documents on which they work. Meningkatkan pengetahuan mereka tentang standar dan hukum yang mengatur perangkat lunak dan dokumen yang terkait pada tempat mereka bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.06 Improve their knowledge of this Code, its interpretation, and its application to their work. 8,06 Meningkatkan pengetahuan mereka tentang Pedoman ini, interpretasi, dan aplikasi untuk pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.07 Not give unfair treatment to anyone because of any irrelevant prejudices. 8,07 Tidak memberikan perlakuan tidak adil kepada siapapun karena prasangka apapun tidak relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.08. 8,08. Not influence others to undertake any action that involves a breach of this Code. Tidak mempengaruhi orang lain untuk melakukan tindakan yang melibatkan pelanggaran terhadap Kode Etik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.09. 8,09. Recognize that personal violations of this Code are inconsistent with being a professional software engineer. Mengakui bahwa pelanggaran pribadi standar ini konsisten dengan menjadi insinyur perangkat lunak profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This Code was developed by the ACM/IEEE-CS joint task force on Software Engineering Ethics and Professional Practices (SEEPP): Kode ini dikembangkan oleh ACM / joint task force CS-IEEE pada Rekayasa Perangkat Lunak Etika dan Profesional Praktek (SEEPP):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Executive Committee: Donald Gotterbarn (Chair), Keith Miller and Simon Rogerson; Komite Eksekutif: Gotterbarn Donald (Ketua), Miller Keith dan Rogerson Simon;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Members: Steve Barber, Peter Barnes, Ilene Burnstein, Michael Davis, Amr El-Kadi, N. Ben Fairweather, Milton Fulghum, N. Jayaram, Tom Jewett, Mark Kanko, Ernie Kallman, Duncan Langford, Joyce Currie Little, Ed Mechler, Manuel J. Norman, Douglas Phillips, Peter Ron Prinzivalli, Patrick Sullivan, John Weckert, Vivian Weil, S. Weisband and Laurie Honour Werth. Anggota: Barber Steve, Barnes Peter, Burnstein Ilene, Michael Davis, Amr El-Kadi, N. Fairweather Ben, Fulghum Milton, N. Jayaram, Jewett Tom, Kankō Mark, Kallman Ernie, Langford Duncan, Currie Joyce Little, Mechler Ed, Manuel J. Norman, Douglas Phillips, Ron Prinzivalli Peter, Sullivan Patrick, Weckert John, Weil Vivian, S. Weisband dan Laurie Werth Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This Code may be published without permission as long as it is not changed in any way and it carries the copyright notice. Kode ini dapat diterbitkan tanpa izin sepanjang tidak diubah dengan cara apapun dan ia membawa pemberitahuan hak cipta. Copyright (c) 1999 by the Association for Computing Machinery, Inc. and the Institute for Electrical and Electronics Engineers, Inc. Copyright (c) 1999 oleh Asosiasi untuk Mesin Komputasi, Inc dan Institut untuk dan Listrik Engineers, Inc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://baysabat.wordpress.com/2010/05/10/acm-ieee/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-1679134601175181171?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/1679134601175181171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2011/04/standar-profesi-acm-ieee.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1679134601175181171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1679134601175181171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2011/04/standar-profesi-acm-ieee.html' title='Standar Profesi ACM &amp; IEEE'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-1264106735842786692</id><published>2010-11-17T09:40:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T09:42:37.392-08:00</updated><title type='text'>WBS WEB SDN Bojongsari 04</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pada dasarnya WBS adalah suatu metode pengorganisaian proyek menjadi struktur pelaporan hierarakis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail.hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alasan perlunya WBS adalah :&lt;br /&gt;• Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.&lt;br /&gt;• WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bawah ini adalah wbs dalam penulisan ilmiah pembuatan WEB SDN Bojongsari 04 :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/TOQTt7VaZfI/AAAAAAAAADQ/sQIgm-mFIFM/s1600/22.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/TOQTt7VaZfI/AAAAAAAAADQ/sQIgm-mFIFM/s400/22.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540575121315096050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan WBS kita dapat mengidentifikasi tugas-tugas yang spesifik untuk pengembangan, pengadaan, dan implementasi s/w yang dibutuhkan. Dalam tahap desain, Tahap koding dilakukan pada saat website akan dibuat atau dimodifikasi. Selama tahap ini, programmer akan menulis dan mendokumentasikan source code (program sumber) dalam bahasa pemrograman untuk mengimplementasikan desain program. seorang programmer bertugas untuk menspesifikasikan struktur dan operasi dari program untuk menemukan artikulasi yang dibutuhkan selama tahap proses informasi sistem desain dari pengembangan sistem. Tahap Test dilakukan guna untuk menguji sistem. Biasanya program yang ditulis sebagai serangkaian modul individu, ini untuk tunduk dan rinci tes terpisah. Sistem ini kemudian diuji secara keseluruhan. Tahap Build Webserver adalah membangun sebuah webserver yang berguna sebagai “rumah” dari website jejaring sosial. Tahap Integrate dan test adalah website di coba terlebih dahulu dengan sistem ofline setelah semua terlihat bagus dan tersusun barulah web di publiskasikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-1264106735842786692?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/1264106735842786692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/11/wbs-web-sdn-bojongsari-04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1264106735842786692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1264106735842786692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/11/wbs-web-sdn-bojongsari-04.html' title='WBS WEB SDN Bojongsari 04'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/TOQTt7VaZfI/AAAAAAAAADQ/sQIgm-mFIFM/s72-c/22.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-6661852073919236857</id><published>2010-11-17T07:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T07:31:38.308-08:00</updated><title type='text'>pentingnya manajemen kontrol keamanan pada sistem</title><content type='html'>A. PENTINGNYA KONTROL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * untuk memastikan bahwa CBIS telah diimplementasikan seperti yang direncanakan, system beroperasi seperti yang dikehendaki, dan operasi tetap dalam keadaan aman dari penyalahgunaan atau gangguan.&lt;br /&gt;    * untuk memberi dukungan kepada manajer dalam&lt;br /&gt;      mengontrol area operasinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. TUGAS KONTROL CBIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencakup semua fase siklus hidup, selama siklus hidup dibagi menjadi kontrol-kontrol yang berhubungan dengan pengembangan sistem, desain dan operasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Metode Untuk Mendapatkan dan Memelihara Kontrol CBIS&lt;br /&gt;         1. Manajemen dapat melakukan kontrol langsung&lt;br /&gt;         2. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung dengan terus menerus melalui CIO.&lt;br /&gt;         3. Manajemen mengontrol CBIS secara tidak langsung berkenaan dengan proyeknya melalui pihak ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * AREA PENGONTROLAN CBIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * KONTROL PROSES PENGEMBANGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memastikan bahwa CBIS yg diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan pemakai atau berjalan sesuai rencana harus menjalani tahapan/fase yang antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Fase Perencanaan&lt;br /&gt;      Mendefinisikan tujuan dan kendala &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Fase Analisis &amp; Disain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Mengidentifikasi kebutuhan informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Menentukan kriteria penampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Menyusun disain dan standar operasi CBIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Fase Implementasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Memastikan apakah memenuhi criteria penampilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Menetapkan prosedur utk memelihara CBIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Fase Operasi &amp; Kontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Mengontrol CBIS selagi berevolusi selama fase SLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Memastikan bahwa CBIS yang diimplementasikan dapat memenuhi kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam kontrol proses pengembangan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Manajemen puncak menetapkan kontrol proyek secara keseluruhan selama fase perencanaan dengan cara membentuk komite MIS&lt;br /&gt;   2. Manajemen memberitahu pemakai mengenai orientasi CBIS&lt;br /&gt;   3. Manajemen menentukan kriteria penampilan yang digunakan dalam mengevaluasi operasi CBIS.&lt;br /&gt;   4. Manajemen dan bagian pelayanan informasi menyusun disain dan standar CBIS&lt;br /&gt;   5. Manajemen dan pelayanan informasi secara bersama-sama mendefinisikan program pengujian yang dapat diterima&lt;br /&gt;   6. Manajemen melakukan peninjauan sebelum instalasi yang dilakukan tepat setelah penggantian dan secara berkala meninjau CBIS untuk memastikan apakah ia memenuhi kriteria penampilan.&lt;br /&gt;   7. Bagian pelayanan informasi menetapkan prosedur untuk memelihara dan memodifikasi CBIS dan prosedur yang disetujui oleh manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * KONTROL DISAIN SISTEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tujuan untuk memastikan bahwa disainnya bisa meminimalkan kesalahan, mendeteksi kesalahan dan mengoreksinya.&lt;br /&gt;    * Kontrol tidak boleh diterapkan jika biayanya lebih besar dari manfaatnya. Nilai atau manfaat adalah tingkat pengurangan resiko.&lt;br /&gt;    * Selama fase disain dan analisis dari siklus hidup system, Analis System, DBA dan Manajer Jaringan membangun fasilitas kontrol tertentu dalam disain system. Selama fase implementasi, programmer menggabungkan kontrol tersebut ke dalam system. Disain system dikontrol dengan cara menggabungkan kontrol software menjadi lima bagian pokok, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Permulaan Transaksi (Transaction Origination)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tahap-tahap yang harus dilakukan pada permulaan transaksi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Permulaan Dokumentasi Sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Perancangan dokumentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Pemerolehan dokumentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Kepastian keamanan dokumen&lt;br /&gt;   2. Kewenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Bagaimana entry data akan dibuat menjadi dokumen dan oleh siapa&lt;br /&gt;   3. Pembuatan Input Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Mengidentifikasi record input yang salah dan memastikan semua data input&lt;br /&gt;      diproses&lt;br /&gt;   4. Penanganan Kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Mengoreksi kesalahan yang telah dideteksi dan menggabungkan record yg telah dikoreksi ke record entry&lt;br /&gt;   5. Penyimpanan Dokumen Sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      &gt; Menentukan bagaimana dokumen akan disimpan dan dalam kondisi&lt;br /&gt;      bagaimana dapat dikeluarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Entri Transaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Entri transaksi mengubah data dokumen sumber menjadi bentuk yang dapat dibaca oleh komputer. Kontrol ini berusaha untuk menjaga keakuratan data yang akan ditransmisikan ke jaringan komunikasi atau yang akan dimasukkan secara langsung ke dalam komputer. Area kontrolnya meliputi atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Entri Data&lt;br /&gt;      &gt; Kontrol dalam bentuk prosedur tertulis dan dalam bentuk peralatan inputnya sendiri. Dapat dilakukan dengan proses offline/online&lt;br /&gt;   2. Verifikasi Data&lt;br /&gt;      &gt; Key Verification (Verifikasi Pemasukan)&lt;br /&gt;      Data dimasukkan ke sistem sebanyak 2 kali&lt;br /&gt;      &gt; Sight Verification (Verifikasi Penglihatan)&lt;br /&gt;      Melihat pada layar sebelum memasukkan data ke system&lt;br /&gt;   3. Penanganan Kesalahan&lt;br /&gt;      &gt; Merotasi record yang telah dideteksi ke permulaan transaksi untuk pengoreksian&lt;br /&gt;   4. Penyeimbangan Batch&lt;br /&gt;      &gt; Mengakumulasikan total setiap batch untuk dibandingkan dengan total yang sama yang dibuat selama permulaan transaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Komunikasi Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tanggungjawab manajer jaringan dengan menggabungkan ukuran keamanan ke dalam sistem dan memonitor penampilan untuk memastikan keamanan telah dilakukan dgn baik&lt;br /&gt;    * Komputer yang ada dalam jaringan memberikan peluang risiko keamanan yang lebih besar dari pada komputer yang ada di dalam suatu ruangan. Area kontrol ini terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kontrol Pengiriman Data&lt;br /&gt;   2. Kontrol Channel Komunikasi&lt;br /&gt;   3. Kontrol Penerimaan Pesan&lt;br /&gt;   4. Rencana Pengamanan Datacom Secara Keseluruhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Pemrosesan Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pada umumnya semua elemen kontrol pada disain system selalu dikaitkan dengan pemasukan data ke dalam komputer. Area kontrol pada pemrosesan komputer terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Penanganan Data&lt;br /&gt;   2. Penanganan Kesalahan&lt;br /&gt;   3. Database dan Perpustakaan Software&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Sebagian besar kontrol database dapat diperoleh melalui penggunaan Sistem Manajemen Database (Database Management System/DBMS)&lt;br /&gt;    * Tingkat keamanan dalam DBMS terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kata kunci (Password)&lt;br /&gt;   2. Direktori pemakai (User Directory)&lt;br /&gt;   3. Direktori elemen data (Field Directory)&lt;br /&gt;   4. Enkripsi (Encryption)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Output Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Komponen subsistem ini bertanggung jawab untuk mengirimkan produk (output) kepada pemakai (user). Yang termasuk dalam area ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Distribusi&lt;br /&gt;      &gt; Kontrol pada distribusi laporan berusaha untuk memastikan ketepatan orang yang menerima output.&lt;br /&gt;   2. Penyeimbangan Departemen Pemakai&lt;br /&gt;      &gt; Bila departemen pemakai menerima output dari komputer, maka keseluruhan kontrol dari output dibandingkan dengan total yang sama yang telah ditetapkan pada waktu pertama kali data input dibuat.&lt;br /&gt;   3. Penanganan Kesalahan&lt;br /&gt;      Kelompok kontrol tertentu dapat ditetapkan didalam area pemakai dengan menjalankan prosedur formal untuk mengoreksi kesalahan.&lt;br /&gt;   4. Penyimpangan Record&lt;br /&gt;      &gt; Tujuan komponen kontrol yang terakhir ini adalah untuk memelihara keamanan yang tepat terhadap output komputer dan untuk mengontrol penyelesaian yang sia-sia.&lt;br /&gt;   5. Penyeimbangan Operasi Komputer&lt;br /&gt;      &gt; Kontrol ini memungkinkan pelayanan informasi untuk memverifikasi bahwa semua batch dan transaksi yang diterima dari departemen pemakai telah diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kontrol Terhadap Pengoperasian Sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrol pengoperasian sistem dimaksudkan untuk mencapai efisiensi dan keamanan.&lt;br /&gt;Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi 5 area :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Struktur organisasional&lt;br /&gt;      &gt; Staf pelayanan informasi diorganisir menurut bidang spesialisasi. Analisis, Programmer, dan Personel operasi biasanya dipisahkan dan hanya mengembangkan ketrampilan yang diperlukan untuk area pekerjaannya sendiri.&lt;br /&gt;   2. Kontrol perpustakaan&lt;br /&gt;      &gt; Perpustakaan komputer adalah sama dengan perpustakaan buku, dimana didalamnya ada pustakawan, pengumpulan media, area tempat penyimpanan media dan prosedur untuk menggunakan media tersebut. Yang boleh mengakses perpustakaan media hanyalah pustakawannya.&lt;br /&gt;   3. Pemeliharaan Peralatan&lt;br /&gt;      &gt; Orang yang tugasnya memperbaiki computer yang disebut Customer Engineer (CE) / Field Engineer (FE) / Teknisi Lapangan menjalankan pemeliharaan yang terjadwal / yang tak terjadwal.&lt;br /&gt;   4. Kontrol lingkungan dan keamanan fasilitas&lt;br /&gt;      &gt; Untuk menjaga investasi dibutuhkan kondisi lingkungan yang khusus seperti ruang computer harus bersih keamanan fasilitas yang harus dilakukan dengan penguncian ruang peralatan dan komputer.&lt;br /&gt;   5. Perencanaan disaster&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Rencana Keadaan darurat&lt;br /&gt;      &gt; Prioritas utamanya adalah keselamatan tenaga kerja perusahaan&lt;br /&gt;    * Rencana Backup&lt;br /&gt;      &gt; Menjelaskan bagaimana perusahaan dapat melanjutkan operasinya dari ketika terjadi bencana sampai ia kembali beroperasi secara normal.&lt;br /&gt;    * Rencana Record Penting&lt;br /&gt;      &gt; Rencana ini mengidentifikasi file data penting &amp; menentukan tempat penyimpanan kopi duplikat.&lt;br /&gt;    * Rencana Recovery&lt;br /&gt;      &gt; Rencana ini mengidentifikasi sumber-sumber peralatan pengganti, fasilitas komunikasi dan pasokan-pasokan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-6661852073919236857?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/6661852073919236857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/11/pentingnya-manajemen-kontrol-keamanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/6661852073919236857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/6661852073919236857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/11/pentingnya-manajemen-kontrol-keamanan.html' title='pentingnya manajemen kontrol keamanan pada sistem'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-5362971089901394941</id><published>2010-06-04T07:30:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T07:36:14.447-07:00</updated><title type='text'>cara mengitropeksi diri jika mendapat  kritikan</title><content type='html'>5.  Cara menanggapi KRITIK ! &lt;br /&gt;Kritik itu sakit! Jutaan orang di dunia dikritik hampir-habis bahkan dikritik habis-habisan. Mereka dikritik dengan alasan-alasan logis. Kebanyakan dari mereka tumbang ketika dikritik. Lalu memilih untuk tidak macam-macam dengan dunia luar sehingga menekan batin mereka sendiri sekaligus menunda kesuksesan mereka. Ada apa dengan dunia? Mari bercerita tentang kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda di kritik didepan publik atas sesuatu yang anda lakukan? Kedewasaan berfikir menuntut kita untuk menghadapi kritik, bukan malah menghindarinya. Kita harus selalu siap untuk menghadapi kritik demi mencari JALAN KELUAR bukan untuk mencari siapa yang BENAR dan siapa yang SALAH atau siapa yang PINTAR dan siapa yang BODOH. Jika dilihat dari sudut pandang psikologi, orang cenderung mengkritik orang lain karena beberapa hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mereka ingin mendorong anda untuk lebih maju&lt;br /&gt;- Mereka melihat sesuatu yang salah dari apa yang anda lakukan&lt;br /&gt;- Mereka ingin menguji anda&lt;br /&gt;- Mereka iri dengan kesuksesan anda&lt;br /&gt;- Mereka ingin menjatuhkan anda&lt;br /&gt;- Mereka ingin mencari perhatian orang lain untuk dianggap lebih pintar dari anda&lt;br /&gt;- Mereka tipe orang yang selalu mencari pertentangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lalu bagaimana caranya menanggapi kritik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA-TAMA, jangan langsung membela diri anda dan menganggap semua kritik itu salah. Dengarkan dulu kritiknya dan mengerti apa maksudnya. Jadi analisa dulu maksud dan tujuan dari mereka yang memberi kritik. Setelah itu, ikuti tahap kedua ini. KEDUA, anda harus pandai-pandai menganalisa mengapa anda dikritik sebelum anda menanggapi kritik tersebut. Jika anda yakin anda dikritik karena si pengkritik ingin mendorong anda untuk lebih maju, terima saja kritikan mereka. Karena pada dasarnya itu adalah saran yang anda butuhkan untuk terus berkembang. Jika anda yakin anda dikritik karena mereka yang memberi kritik melihat sesuatu yang salah dari apa yang anda lakukan, jujurlah pada diri anda sendiri. Mungkin memang benar anda salah dan anda secara tidak sadar melakukannya. Akuilah kesalahan anda dan berterimakasihlah kepada mereka yang memberi kritik kepada anda, Karena mereka telah menyadarkan anda akan kesalahan anda sendiri yang mungkin dapat berakibat fatal untuk anda. Jika anda yakin bahwa kritik mereka adalah kritik yang sebetulnya untuk menguji anda, Jawab saja kritikan mereka dengan jujur. Tentu integritas dan kemampuan anda akan terlihat jelas. Jika mereka yang memberi kritik puas dengan jawaban anda, maka diapun akan mengakui bahwa anda memang memiliki integritas dan kemampuan. Kalau kritik diatas dinamakan kritik yang membangun, ini dia yang dinamakan kritik yang menghancurkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mereka iri dengan kesuksesan anda&lt;br /&gt;- Mereka ingin menjatuhkan anda&lt;br /&gt;- Mereka ingin mencari perhatian orang lain untuk dianggap lebih pintar dari anda&lt;br /&gt;- Mereka tipe orang yang selalu mencari pertentangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi orang seperti ini adalah dengan TIDAK MENGHADAPINYA. Bukan berarti anda menghindar, tapi tidak terlalu mendengarkan semua kritikan kosong mereka. Tetaplah pada jalur anda dan lakukan semua rencana anda. Jangan takut akan reaksi buruk publik, karena publik juga sudah pasti MENGERTI kalau kritikan tersebut hanyalah kritikan kosong. Jangan biarkan emosi anda terpancing untuk mempermasalahkan kritik yang hanya membuang waktu percuma. Beri saja jawaban yang menurut anda wajar dan perlu. Jika mereka yang memberi kritik tetap mencari-cari kesalahan anda, katakan saja anda tidak punya waktu untuk menanggapi kritikan yang tidak membangun. Jika mereka tetap mengkritik, abaikan saja mereka. Inilah saatnya menerapkan prinsip "silence is gold" atau "DIAM ITU EMAS." yohohoho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah anda mengerti kenapa orang cenderung mengkritik orang lain, anda juga perlu mengerti tentang lima tipe pengkritik, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- pengkritik LANGSUNG&lt;br /&gt;- pengkritik HALUS&lt;br /&gt;- pengkritik PENUNJUK ARAH&lt;br /&gt;- pengkritik TERENCANA&lt;br /&gt;- dan pengkritik NGACO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkritik LANGSUNG&lt;br /&gt;Pengkritik ini biasanya langsung mengemukakan kritik mereka tanpa basa-basi tidak peduli anda suka atau tidak. Contoh: "Saya tidak suka anda begini begitu karena hal ini dan itu!". Ada baiknya anda menjawab kritikannya secara LANGSUNG juga. Karena tipe orang yang memberi kritik ini adalah orang-orang yang lebih suka dengan keterbukaan dan sesuatu yang langsung. Jadi tidak perlu basa-basi, to the point saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGKRITIK HALUS&lt;br /&gt;Pengkritik halus biasanya pintar berbasa-basi dan suka memuji anda. Tetapi dibalik pujiannya itu, dia selipkan cabai merah yang pedas tanpa memberi anda air putih. Contoh:"Wah bagus juga artikel ini. Saya setuju dengan semua yang anda katakan, tapi anda terlalu sok tahu. Lagipula anda kan masih muda, pasti anda belum memiliki pengalaman yang cukup untuk menulis artikel motivasi. menurut saya itu sangat buruk! Anda sangatlah naif karena berusaha menggurui kami tentang sukses. Tapi secara keseluruhan bagus kok artikel ini."&lt;br /&gt;Anda lihat betapa ber-basa-basinya si orang yang memberi kritik? Dan betapa dia memuji-muji anda? Untuk menghadapi mereka yang seperti ini anda justru BISA mendapatkan keuntungan. Bagaimana caranya? Anda jawab semua kritiknya dan meng-AMIN-kan semua pujiannya. Contoh: "Menjawab kritik anda, Jawaban saya adalah saya memberikan yang terbaik bagi mereka yang membaca artikel saya. Lagipula saya menulis artikel bukan sepenuhnya mutlak dari pengalaman saya, tapi kebanyakan sumber yang saya ambil dari buku-buku yang membangun. oh ya, dan Terimakasih juga atas pujian anda. Semua pujian yang anda katakan sangat benar sekali tentang saya dan saya hargai itu. Saya memang selalu memberikan yang terbaik dalam artikel saya."&lt;br /&gt;Mantap bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkritik PENUNJUK ARAH&lt;br /&gt;Nah pengkritik yang satu ini sangatlah lucu, karena mereka yang memberi kritik PENUNJUK ARAH sebetulnya bukan ingin mengkritik, tapi menunjukan arah kearah pemikiran yang dia mau. Contoh: "Saya tidak suka yang ini dan itu dan yang ini juga. SEHARUSNYA SEPERTI INI, itu, begini, begitu!" Untuk menanggapi tipe ini anda harus jeli. Apakah ARAH yang ditawarkan menguntungkan anda atau tidak? Jika bagus ambil, jika tidak, katakan saja anda tidak bisa mengikuti CARA si pengkritik karena anda dan si pengkritik mempunyai kriteria dan cara berfikir yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkritik TERENCANA&lt;br /&gt;Hati-hati dengan yang tipe ini, orang yang memberikan kritik TERENCANA akan selalu setuju dengan semua perkataan anda sampai dia menemukan celah kelemahan anda yang akan dibuat menjadi sebuah kritik yang fatal dan mematikan untuk anda! Jadi tetaplah waspada terhadap mereka yang selalu mendukung anda. MUSUH DALAM SELIMUT LEBIH KEJAM DARIPADA MUSUH DI MEDAN PERANG. Saya tidak mengatakan bahwa semua orang yang mendukung anda berbahaya, tapi tetaplah terjaga karena kawan lebih gampang menjadi lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkritik NGACO&lt;br /&gt;Yohohoho.. Kalau pengkritik ini akan mengkritik hal-hal yang sebetulnya tidak ada sangkut pautnya dengan apa yang anda lakukan, alias ngaco. Biasanya mereka cuma mencari perhatian orang atau ikut-ikutan pengkritik lain untuk mengkritik anda. Jadi abaikan saja mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://dunia-luas.blogspot.com/2009/05/cara-menanggapi-kritik.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-5362971089901394941?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/5362971089901394941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/06/cara-mengitropeksi-diri-jika-mendapat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/5362971089901394941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/5362971089901394941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/06/cara-mengitropeksi-diri-jika-mendapat.html' title='cara mengitropeksi diri jika mendapat  kritikan'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-3150383143537743471</id><published>2010-06-04T07:26:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T07:29:53.871-07:00</updated><title type='text'>CARA TEPAT MEMBERIKAN KRITIK</title><content type='html'>Tidaklah mudah melontarkan kritik. Salah-salah, kritik yang kita ucapkan bukannya berdampak membangun, tetapi malah permusuhan yang kita dapat gara-gara rekan yang kita beri kritikan tidak terima atas kritik membangun yang kita beri. Berikut ini beberapa tips untuk memberikan kritik membangun agar kritikan Anda tidak percuma dan juga tidak melukai perasaan orang yang Anda kritik, serta membuat orang tersebut memberikan respon serta dengan senang hati mau memperbaiki kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengabaikan karakter &lt;br /&gt;Bila ingin kritikan Anda mencapai sasaran yang tepat, usahakan untuk tidak mengungkapkan kekurangan diri rekan yang Anda kritik di dalam kritikan Anda. Bila Anda mulai membicarakan kekurangan dirinya, dia akan menginterpretasikan komentar Anda sebagai sebuah serangan dan hal ini akan menggagalkan tujuan Anda semula. Memang tidak selalu mudah untuk memisahkan seseorang dari pekerjaannya, tetapi di dalam memberikan kritikan Anda harus dapat memilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan bahasa yang tepat&lt;br /&gt;Setiap kata yang Anda ucapkan dapat memberikan arti yang berbeda. Gunakan terminologi yang berhubungan dengan masalah yang ingin Anda sampaikan secara profesional. Usahakan jangan mencela. Bahkan kritikan yang sangat tajam pun dapat Anda sampaikan dengan bahasa yang halus. Agar tidak tampak arogan ataupun kasar, Anda dapat memulai kritikan Anda dengan: "Menurut saya, kelihatannya kamu…." Atau "Mungkin saya salah, tetapi …".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan fakta yang sesuai&lt;br /&gt;Kemujaraban dari kritik yang membangun adalah dengan meyampaikannya sesuai dengan porsinya. Sebaliknya hal-hal kecil yang tidak perlu disampaikan dapat menggagalkan usaha Anda. Bila Anda melihat kritikan tidak mungkin diberikan, lebih baik Anda diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendalikan emosi &lt;br /&gt;Memberikan kritikan yang efektif menuntut Anda untuk dapat menetralisir emosi Anda agar tidak mengungkapkannya secara blak-blakan. Untuk situasi tertentu Anda harus memperhitungkan perasaannya dan tidak mempermalukannya. Pada saat yang sama, perasaan Anda pun harus diperhitungkan agar tidak memihak dan dapat membuat Anda menjadi tidak dapat dipercaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus&lt;br /&gt;Pusatkan pada apa yang dapat dilakukan, dan bukan pada apa yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;Untuk perbaikan, arahkan pada kesempatan yang spesifik dan hindari membeberkan kekurangannya. Jaga agar kritikan Anda merupakan kritikan yang positif serta bijaksana dan berguna. Seseorang tidak akan merasa diremehkan bila dia diberi kesempatan dan bukannya dikatakan bahwa pendapatnya tidak kompeten atau kurang baik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Empati&lt;br /&gt;Salah satu langkah yang paling manjur yang dapat Anda lakukan sebelum memberikan kritikan adalah dengan menempatkan diri Anda pada posisi orang yang akan Anda kritik. Tidak semua orang senang dikritik dan biasanya seseorang akan merasa diserang dan bila hal ini yang terjadi, sangat wajar bila orang yang dikritik menjadi bersikap membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap objektif&lt;br /&gt;Berikan alasan yang dapat diterima, bukan p Andangan yang subyektif. Semua jenis kritikan dapat mengandung berbagai prasangka tetapi Anda dapat mengatasinya dengan menyadari bahwa komentar yang benar dan didasari dengan alasan yang kuat lebih dapat diterima. Tidak mudah bagi seseorang untuk membela diri terhadap kritikan yang beralasan tetapi sangat mudah mencampur adukkan kritikan yang didasari atas perasaan suka ataupun tidak suka. Kemahiran Anda hilang dalam sekejap bila Anda memberikan komentar yang tidak beralasan dan sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan kesempatan &lt;br /&gt;Beri kesempatan kepada bawahan atau rekan yang Anda beri kritik untuk merespon. Secara psikologis sangat penting adanya jeda antara saat Anda memberikan kritikan dan saat lawan bicara Anda memberikan penjelasan dari sisinya. Sikap menawarkan penjelasan memberikan kepuasan intelektual dan membantu orang tersebut mempertahankan egonya. Lebih jauh lagi Anda memberikan kesan adil dan memiliki wawasan yang terbuka, meningkatkan kredibilitas Anda dan mengurangi kesempatan komentar Anda diabaikan atau dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=12936&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-3150383143537743471?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/3150383143537743471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/06/cara-tepat-memberikan-kritik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/3150383143537743471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/3150383143537743471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/06/cara-tepat-memberikan-kritik.html' title='CARA TEPAT MEMBERIKAN KRITIK'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-2221921352000948010</id><published>2010-06-04T07:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T07:23:58.068-07:00</updated><title type='text'>Cara Meningkatkan sofskill yang kita punyai</title><content type='html'>• Cara untuk meningkatkan soft skill pada diri saya ada beberapa cara, beberapa  &lt;br /&gt;  diantara nya yaitu :&lt;br /&gt;-  Berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain.&lt;br /&gt;-  Memiliki motivasi yang tinggi dan tahan terhadap beban pendidikan.&lt;br /&gt;-  Hubungan dan komunikasi yang efektif, pandai bergaul, bekerja sama, aktif, &lt;br /&gt;   mengutamakan kerjasama, atraktif dan asertif (terbuka).&lt;br /&gt;-  Selalu ramah, rendah hati, tidak mau menunjukkan kelebihan, mudah simpati, hangat, &lt;br /&gt;   berusaha untuk dapat dipercaya dan sopan.&lt;br /&gt;-  Berusaha tenang, tidak mudah cemas dan tertekan, mudah menerima, tidak mudah marah &lt;br /&gt;   dan percaya diri.&lt;br /&gt;-  Selalu memiliki daya pikir yang imajinatif, menyukai tantangan, anti kemapanan, &lt;br /&gt;   kreatif, kritis dan memiliki rasa ingin tahu yang besar.&lt;br /&gt;   Demikianlah beberapa cara untuk meningkatkan soft skill, semoga dapat membantu &lt;br /&gt;   meningkatkan soft skill anda semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-2221921352000948010?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/2221921352000948010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/06/cara-meningkatkan-sofskill-yang-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/2221921352000948010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/2221921352000948010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/06/cara-meningkatkan-sofskill-yang-kita.html' title='Cara Meningkatkan sofskill yang kita punyai'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-5952593385562146935</id><published>2010-05-11T23:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T23:55:30.814-07:00</updated><title type='text'>PROPOSISI</title><content type='html'>lmuwan Amerika Serikat memperingatkan bahwa, pada 2012 badai matahari yang kuat di bumi akan membawa malapetaka besar pada manusia, yang akan mempengaruhi setiap aspek pada masyarakat modern sekarang. Para ahli yang mengeluarkan peringatan mengatakan, dampak badai matahari pada bumi kemungkinan adalah “efek domino”. Coba pikirkan, bila jaringan listrik menjadi rapuh dan tidak stabil, hal-hal yang berhubungan dengan bisnis pasokan listrik juga akan menjadi korban: peralatan refrigeration berhenti, makanan dan obat-obatan yang tersimpan dalam ruang berpendingin dalam jumlah besar akan kehilangan kondisi penyimpanan dan rusak; pompa tiba-tiba berhenti berfungsi, air minum pada masyarakat akan menjadi masalah. Selain itu, karena gangguan pada sinyal satelit, sistem posisi GPS akan menjadi sampah. Sebenarnya pada awal 1859 pernah terjadi kasus serupa, peledakan badai matahari saat itu bahkan mengakibatkan jaringan telegram terbakar rusak. Tentu saja sekarang ini di bumi sudah dipenuhi oleh fasilitas kabel dan nirkabel, tetapi fasilitas ini sulit menahan ujian badai matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika badai matahari kuat menyerang, umat manusia di bumi akan menghadapi dua masalah besar. Pertama, adalah tentang masalah jaringan listrik modern sekarang. Jaringan listrik modern sekarang pada umumnya menggunakan tegangan tinggi untuk mencakup daerah lebih luas, ini akan memungkinkan operasi jaringan listrik lebih efisien, Anda bisa mengurangi kerugian selama transmisi listrik, juga kerugian listrik karena produksi yang berlebihan. Namun, secara bersama ia juga menjadi lebih rentan terhadap serangan cuaca ruang angkasa. transmisi jaringan akan menjadi sangat rentan dan tidak stabil, atau bahkan mungkin menyebabkan terhenti secara total. dan ini hanya merupakan efek domino yang pertama, selanjutnya mungkin juga akan menyebabkan “lalu lintas lumpuh, komunikasi terputus, industri keuangan runtuh dan fasilitas umum kacau; pompa berhenti menyebabkan pasokan air minum terputus, kurangnya fasilitas pendingin, makanan dan obat-obatan sulit disimpan secara efektif. Para ilmuwan telah memperkirakan bila ada intensitas badai matahari kuat mungkin dapat menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi manusia, hanya pada tahun pertama saja kerugiannya mencapai 1-2 triliun dollar AS, sementara pemulihan dan rekonstruksinya diperlukan setidaknya 4-10 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu yang kedua adalah tentang masalah sistem jaringan listrik yang saling ketergantungan yang dukungan kehidupan modern kita, seperti masalah air dan penanganan limbah, masalah infrastruktur logistik supermarket, masalah pengendalian gardu listrik, pasar keuangan dan lainnya yang tergantung pada listrik. Jika dua masalah digabung jadi satu, kita dapat dengan jelas melihat bahwa peristiwa kemungkinan muncul kembalinya badai matahari Carrington sangat mungkin akan menyebabkan bencana besar yang langka. Adviser laporan khusus dari National Academy of Sciences Amerika Serikat dan analis daya listrik industri John Kappenman menganggap “Bencana seperti ini dibandingkan dengan bencana yang biasa kita bayangkan secara total berlawanan. biasanya wilayah kurang berkembang rawan serangan bencana, namun dalam bencana ini, wilayah yang semakin berkembang lebih rentan terhadap serangan bencana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima rangkaian kata dari artikel diatas :&lt;br /&gt;1. Lalu lintas lumpuh, komunikasi terputus, industri keuangan runtuh dan fasilitas umum kacau&lt;br /&gt;kalimat ini termasuk ke dalam Proposisi Majemuk karena memiliki satu subyek dan lebih dari satu predikat. Dimana partikel debu, es, dan batu sebagai subyek dan terlepas sebagai predikat pertama sedangkan terbakar sebagai predikat kedua.sa.&lt;br /&gt;2. Pada awal 1859 pernah terjadi kasus serupa&lt;br /&gt;kalimat ini termasuk ke dalam Proposisi Tunggal karena hanya mempunyai satu subyek dan satu predikat. Dimana meteor sebagai subyek dan diketahui sebagai predikat.&lt;br /&gt;3. Sistem posisi GPS akan menjadi sampah&lt;br /&gt;kalimat ini tidak termasuk kedalam proposisi karena hanya sebuah kalimat biasa.&lt;br /&gt;4. Pada 2012 badai matahari yang kuat di bumi akan membawa malapetaka besar pada manusia&lt;br /&gt;kalimat ini tidak termasuk kedalam proposisi karena hanya sebuah kalimat bia&lt;br /&gt;5. Biasanya wilayah kurang berkembang rawan serangan bencana&lt;br /&gt;kalimat ini termasuk ke dalam Proposisi Kondisional karena menggunakan ciri kata ‘biasanya’.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-5952593385562146935?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/5952593385562146935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/05/proposisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/5952593385562146935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/5952593385562146935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/05/proposisi.html' title='PROPOSISI'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-6346553295251654843</id><published>2010-05-07T07:22:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T07:23:25.287-07:00</updated><title type='text'>Rembulan</title><content type='html'>Rembulan oh rembulan&lt;br /&gt;sinarMu yang terang&lt;br /&gt;Menyinari bumi yang gelap ini&lt;br /&gt;Rembulan oh rembulan&lt;br /&gt;Jangan kau redupkan sinar Mu yang terang ini&lt;br /&gt;Malam yang sunyi tak akan indah tanpa sinar Mu&lt;br /&gt;Terus bersinar dan setiap malam MU&lt;br /&gt;Jangganlah jenuh menyinari bumi ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-6346553295251654843?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/6346553295251654843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/05/rembulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/6346553295251654843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/6346553295251654843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/05/rembulan.html' title='Rembulan'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-4562156466743882468</id><published>2010-04-28T18:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T18:47:58.248-07:00</updated><title type='text'>Cara Membersihkan Laptop/ notebook anda Sendiri</title><content type='html'>1. Saat Membersihkan Keyboard, ataupun Layar LCD pada laptop gunakanlah kain yang lembut. Basahi kain tersebut dengan sedikit air saja, jangan banyak-banyak, apalagi sampe laptopnya kamu mandiin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan Pernah menggunakan Alkohol, ataupun Deterjen kasar untuk membersihkan Notebook. Pakailah pembersih kaca yang lembut, namun jangan pernah langsung menyemprotkannya ke laptop atau notebookmu, tapi semprotkan di Kain lembut yang akan kamu gunakan sebagai alat pembersih notebookmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Jangan Gunakan Kertas untuk membersihkan layar notebook, soalnya bisa terjadi sebuah gesekan-gesekan maut yang menyebabkan layar notebook tergores&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARAN : Jangan pernah membersihkan laptop atau notebook anda dengan air, cukup dengan tisu yang halus saja, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rasa cukup tip/trik dari saya, terima kasih sudah mengujungi blog saya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-4562156466743882468?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/4562156466743882468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/04/cara-membersihkan-laptop-notebook-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/4562156466743882468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/4562156466743882468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/04/cara-membersihkan-laptop-notebook-anda.html' title='Cara Membersihkan Laptop/ notebook anda Sendiri'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-1251360174734288</id><published>2010-04-28T18:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T18:49:50.969-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Add Teman dalam Twitter</title><content type='html'>Sebuah pertanyaan sederhana yang seringkali muncul, bagaimana cara add friend di Twitter? Secara simple di Twitter memang tak dikenal yang namanya Friend yang ada cuma Follower dan Following, jadi kalau kita mencari-cari dimana letak tombol “Add As Friends” (seperti yang tersedia di Facebook) tentu saja tidak kita temukan di Twitter. Saat melihat-lihat profile seseorang di Twitter yang tersedia cuma tombol atau link Follow, nah kalau anda ingin menambah teman di Twitter tinggal klik aja tombol Follow tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus lain, ada seseorang yang meminta anda untuk jadi Follower-nya atau mem-Follownya? Bagaimana caranya? Berikut ini langkah mudah untuk Following seseorang di Twitter, semakin banyak yang anda Follow semakin banyak punya update status yang bakal muncul di Twitter anda, itu artinya anda bisa terus uptodate dengan info yang sedang hot atau hangat hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama anda login ke akun Twitter anda. Jika anda telah memiliki Link dari orang yang akan anda follow, tinggal klik link tersebut. Namun jika anda hanya punya alamat email atau cuma tahu username-nya saja, tinggal klik link Find People dan lakukan pencarian dengan mempergunakan email atau username tersebut. Jika anda penguna Gmail, Yahoo Mail, Hotmail, Aol Mail ataupun MSN Mail, anda bisa melakukan pencarian di tab “Find on Other Network” dan masukan data yang diminta. Ini artinya, jika anda sering ber-YM-ria dan punya banyak teman di YM, anda bisa mencek apakah teman-teman di YM tersebut juga punya akun Twitter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menemukan profile seseorang yang anda inginkan, klik tombol Follow yang tersedia. Itu artinya anda menjadi follower atau dalam bahasa lain anda menjadi Friendnya di Twitter. Dan ada baiknya, anda meminta dia untuk mem-Follow balik, biar anda bisa melihat status update dia begitupun sebaliknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-1251360174734288?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/1251360174734288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/04/bagaiman-add-teman-dalam-twitter.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1251360174734288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1251360174734288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/04/bagaiman-add-teman-dalam-twitter.html' title='Bagaimana Add Teman dalam Twitter'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-1112903119292883696</id><published>2010-04-05T05:39:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T05:49:27.303-07:00</updated><title type='text'>Hubungan antara subjek dan predikat</title><content type='html'>Secara sederhana, proposisi kategorik dibedakan atas empat macam, yaitu: proposisi universal afirmatif, proposisi universal negatif, proposisi partikular afirmatif, dan proposisi partikular negatif. Dari empat macam proposisi kategorik berdasarkan denotasi atau luas term yang dihubungkan, dapat dibedakan menjadi tujuh macam proposisi kategorik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proposisi Universal Afirmatif&lt;br /&gt;Proposisi universal afirmatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan berikut ini : “Semua S adalah P”, bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nbVEERNgI/AAAAAAAAACg/bfj6D0xVFbM/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nbVEERNgI/AAAAAAAAACg/bfj6D0xVFbM/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456633578451449346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposisi ini sama artinya dengan “S yang non P itu tidak ada (kelas kosong)”. Proposisi ini disebut tipe A. Berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam: universal afirmatif ekuivalen dan universal afirmatif implikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Proposisi universal afirmatif ekuivalen ialah pernyataan umum X mengiyakan yang antara subjek dan predikat merupakan suatu persamaan, yakni semua anggota subjek adalah anggota predikat dan semua anggota predikat adalah anggota subjek, contoh : Semua manusia yang hidup bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Proposisi universal afirmatif implikasi ialah pernyataan umum mengiyakan yang semua subjek merupakan bagian dari predikat, yakni semua anggota subjek menjadi himpunan bagian dari predikat, contoh : Setiap mahasiswa Universitas Gunadarma memiliki KTM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Proposisi Universal Negatif&lt;br /&gt;Proposisi universal negatif ialah pernyataan bersifat umum yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Semua S bukan P”, bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nbNn7gXZI/AAAAAAAAACY/HExXPkN8scI/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 99px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nbNn7gXZI/AAAAAAAAACY/HExXPkN8scI/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456633450639416722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposisi ini sama artinya: S yang P itu tidak ada (kelas kosong). Proposisi ini disebut tipe E. Proposisi universal negatif berdasarkan perbandingan luas term, hanya ada satu bentuk, yaitu berbentuk eksklusif sehingga lengkapnya disebut universal negatif eksklusif, yaitu pernyataan umum mengingkari yang berarti antara subjek dan predikat tidak ada hubungan, misalnya semua rakyat Indonesia tidak mengikuti ajaran komunis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Proposisi Universal Partikular Afirmatif&lt;br /&gt;Proposisi partikular afirmatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Sebagian S adalah P”, bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nbuYDNsKI/AAAAAAAAACo/09pmdXD3NVc/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 99px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nbuYDNsKI/AAAAAAAAACo/09pmdXD3NVc/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456634013312463010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposisi partikular afirmatif berdasarkan perbandingan luas term, dapat dibedakan atas dua macam: partikular afirmatif inklusif dan partikular afirmatif implikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Proposisi partikular afirmatif inklusif ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan bagian dari predikat, yakni ada anggota subjek yang menjadi bagian predikat dan ada anggota predikat yang menjadi bagian subjek, contoh : Sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Proposisi partikular afirmatif implikasi ialah pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian dari subjek merupakan suatu predikat, yakni ada sebagian anggota subjek yang menjadi himpunan predikat, misal: Sebagian mahasiswa Universitas Gunadarma adalah warga Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Proposisi Universal Partikular Negatif&lt;br /&gt;Proposisi partikular negatif ialah pernyataan bersifat khusus yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat, dirumuskan: “Sebagian S bukan P” , bila digambarkan dengan diagram Venn sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nb1kocXII/AAAAAAAAACw/81fC2EIeq4s/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nb1kocXII/AAAAAAAAACw/81fC2EIeq4s/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456634136948923522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-1112903119292883696?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/1112903119292883696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/04/secara-sederhana-proposisi-kategorik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1112903119292883696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1112903119292883696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/04/secara-sederhana-proposisi-kategorik.html' title='Hubungan antara subjek dan predikat'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S7nbVEERNgI/AAAAAAAAACg/bfj6D0xVFbM/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-8431240455376844965</id><published>2010-02-11T17:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T18:01:47.058-08:00</updated><title type='text'>JAringan Komputer</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S3S1iIt5JhI/AAAAAAAAACQ/ydznQE-JwWg/s1600-h/contoh_topologi1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S3S1iIt5JhI/AAAAAAAAACQ/ydznQE-JwWg/s200/contoh_topologi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437170248203183634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut. Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi. Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat, sehingga dalam beberapa tahun saja jumlah pengguna jaringan komputer yang tergabung dalam Internet berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pemasangan jaringan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jaringan Terpusat&lt;br /&gt;      Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa node (workstation) yang terhubung dengan sebuah komputer pusat atau disebut Server. Pada jaringan ini sistem kerja workstation tergantung dari komputer pusat. Dan komputer pusat tugasnya melayani permintaan akses dari workstation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Jaringan Peer-to-Peer&lt;br /&gt;      Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya tanpa komputer pusat (server base). Pada masing-masing komputer workstation terdapat media penyimpanan (hard disk) yang berfugsi sebagai server individu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-8431240455376844965?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/8431240455376844965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/02/jaringan-komputer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/8431240455376844965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/8431240455376844965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2010/02/jaringan-komputer.html' title='JAringan Komputer'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/S3S1iIt5JhI/AAAAAAAAACQ/ydznQE-JwWg/s72-c/contoh_topologi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-3922812124251180201</id><published>2009-12-18T07:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T08:04:36.359-08:00</updated><title type='text'>OuTliNe</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;1. Sebutkan pengertian outline adalah : &lt;br /&gt;Outline (kerangka karangan) adalah salah satu metode dalam pembuatan karangan yang mana topiknya dipecah kedalam sub-sub topic dan munggkin dipecah lagi kedalam sub-sub topic yang lebih terperinci &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebutkan manfaat outline adalah &lt;br /&gt;&gt; Memperlihatkan bagian-bagian pokok karangan secara memberaikan kemungkinan bagi perluasan bagian-bagian tersebut sehingga membantu penulis menciptakan suasana yang berbeda-beda dengan fariasi yang diinginkan.&lt;br /&gt;&gt; Memudahkan penempatan antara bagian karangan yang penting dan yang tidak penting.&lt;br /&gt;&gt; Menghindari timbulnya pengulangan pembahasan.&lt;br /&gt;&gt; Membantu mengumpulkan data dan sumber-sumber yang diperlukan.&lt;br /&gt;&gt; Memudahkan penyusunan kerangka secara teratur sehingga karangan menjadi lebih sistematis dan mencegah penulis r dari sasaran yang sudah dirumuskan dalam topic atau judul &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebutkan Langkah – langkah menyusun outline adalah &lt;br /&gt;&gt; Cantumkan sub – sub bagian &lt;br /&gt;&gt; Pergunakanlah tanda yang berbeda untuk memperlihatkan tingkat (hierarki) butir – butir dalam kerangka &lt;br /&gt;&gt; Jagalah agar hubungan antara bagian dengan sub bagiannya selalu konsistan dan jelas &lt;br /&gt;&gt; Mulailah dengan pembagian secara garis besar dahulu dengan menyeluruh &lt;br /&gt;&gt; Setelah itu uraikan setiap butir kedalam sub-sub bagian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Macam – macam outline adalah : &lt;br /&gt;&gt; Outline dengan pola ilustratif : arah pembicaraan menurut pola ini adalah dari umum kepada yang khusus &lt;br /&gt;&gt; Ouline dengan pola analitis : arah pola pembicaraan ini berkembang dengan sifat topic yang memiliki banyak unit dalam satu kesatuan dengan urutan metode klasifikasi , proses dan analisis sebab akibat Outline dengan pola argumentasi : dipergunakan dalam menyusun evidensi , arah pembahasan menurut pola ini ialah dari evidensi sebagai premis kepada kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-3922812124251180201?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/3922812124251180201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/12/outline.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/3922812124251180201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/3922812124251180201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/12/outline.html' title='OuTliNe'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-5895281234385612505</id><published>2009-12-09T17:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T17:31:46.370-08:00</updated><title type='text'>CAR4 Update KasPerKy MAnual</title><content type='html'>1.      Download update (cumul dan daily) lewat internet buka alamat URL ini = http://ajie.web.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=14&amp;Itemid=36 download total dan mingguan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Buat satu folder terserah dimana (misal namanya update_x) kemudian ekstrak update (cumul dan daily dalam folder itu). Urutan ekstraknya mulai dari cumul baru kemudian daily. (jika meminta replays file ok saja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Buka antivirus kaspersky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa lewat start atau double klik icon kaspersky disamping bawah kanan, nanti akan muncul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBMsAtZm6I/AAAAAAAAABY/OOva0gzVffU/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBMsAtZm6I/AAAAAAAAABY/OOva0gzVffU/s200/1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413411071087713186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Klik pada bagian update,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti akan keluar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBNRZHB6QI/AAAAAAAAABg/65Shy6ffquQ/s1600-h/2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBNRZHB6QI/AAAAAAAAABg/65Shy6ffquQ/s200/2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413411713292822786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.      Klik pada bagian setting (bagian yang dilingkari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti akan muncul seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBNpWD4XsI/AAAAAAAAABo/G_8HZpAp1T0/s1600-h/3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 161px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBNpWD4XsI/AAAAAAAAABo/G_8HZpAp1T0/s200/3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413412124791168706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.      Klik pada konfigure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akan muncul :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBN1EGi_yI/AAAAAAAAABw/rkODv4zwveg/s1600-h/4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBN1EGi_yI/AAAAAAAAABw/rkODv4zwveg/s200/4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413412326128942882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.      Kemudian klik add dan tambahkan folder update_x tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira gambarnya akan menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(jangan lupa menghilangkan centang pada bagian kaspersky lab’s update servers)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBOD5C3Y5I/AAAAAAAAAB4/9qx79_0Alh8/s1600-h/5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBOD5C3Y5I/AAAAAAAAAB4/9qx79_0Alh8/s200/5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413412580858749842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8.      Setelah itu OK terus aja sampai selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengupdate klik pada bagian update, trus bagian update database.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira gambarnya seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBOK3hzfDI/AAAAAAAAACA/OQ5R29KU1nU/s1600-h/6.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 161px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBOK3hzfDI/AAAAAAAAACA/OQ5R29KU1nU/s200/6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413412700710730802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.      Selesai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-5895281234385612505?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/5895281234385612505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/12/car4-update-kasperky-manual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/5895281234385612505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/5895281234385612505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/12/car4-update-kasperky-manual.html' title='CAR4 Update KasPerKy MAnual'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBMsAtZm6I/AAAAAAAAABY/OOva0gzVffU/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-4885957962614712393</id><published>2009-11-16T20:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T18:21:39.331-08:00</updated><title type='text'>Pemilihan TOpik</title><content type='html'>1. Jelaskan syarat-syarat topik yang baik ? &lt;br /&gt;Dalam menulis suatu karya tulis, pemilihan topik sangatlah penting dan dapat  menentukan hasil dari karya tulis tersebut. Untuk itu perlu diperhatikan syarat-syarat dalam pemilihan topik-topik yang baik. Berikut ini beberapa syarat yang harus diperhatikan penulis dalam pemilihan topik suatu karya tulis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Topik harus menarik perhatian penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topik yang menarik perhatian akan memotivasi pengarang atau penulis secara terus-menerus mencari data-data untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya. Penulis akan didorong agar dapat menyelesaikan tulisan sebaik-baiknya. Sebaliknya, jika suatu topik yang sama sekali tidak disenangi penulis akan menimbulkan kekesalan. Bila terdapat hambatan pun, penulis tidak akan berusaha sekuat tenaga untuk menentukan data dan fakta yang akan digunakan untuk memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Topik harus diketahui/dipahami penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis hendaklah mengerti serta mengetahui meskipun baru prinsip-prinsip ilmiahnya. Misalnya asal data yang digunakan berasal dari mana? , metode analisis yang digunakan, dan referensi apa saja yang akan menjadi acuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Jangan terlalu baru, teknis, dan kontroversial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis pemula, topik yang terlalu baru kemungkinan belum ada referensinyadalam kepustakaan.  Topik yang terlalu teknis kemungkinan dapat menjebak penulis jika tidak benar-benar menguasai bahan penulisannya. Begitu juga topik yang kontroversial akan menimbulkan kesulitan untuk bertindak secara objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jelaskan dan berikan contoh cara-cara pembatasan topik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembatasan topik sekurang-kurangnya dapat membantu pengarang dalam beberapa hal, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memungkinkan penulis penuh dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa topik tersebut benar-benar diketahuinya.&lt;br /&gt;    * Memungkinkan penulis mengadakan penelitian dengan intensif mengenai masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membatasi sebuah topik dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Tetapkanlah topik dalam kedudukan sentral.&lt;br /&gt;   2. Ajukan pertanyaan apakah topik tersebut masih dapat dirinci?.&lt;br /&gt;   3. Tetapkanlah yang mana subtopik yang akan dipilih.&lt;br /&gt;   4. Ajukanlah pertanyaan apakah subtopik yang dipilih masih dapat dirinci lebih lanjut.&lt;br /&gt;   5. Lakukan proses diatas secara terus-menerus hingga mendapatkan sebuah Tema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebutkan dan jelaskan cara-cara judul atau topik yang baik ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jelas gagasan pokok dan tujuannya.&lt;br /&gt;   2. Ada kesatuan gagasan.&lt;br /&gt;   3. Dikembangkan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Gagasan pokok rinci.&lt;br /&gt;    * Rincian diurutkan secara logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Asli;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pokok persoalan.&lt;br /&gt;    * Sudut pandang.&lt;br /&gt;    * Rangkaian kalimat.&lt;br /&gt;    * Pilihan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Judul harus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Asli ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Relevan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menulis,baca ulang karangan anda, lalu carilah judul yang relevan dengan karangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Provokatif;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul tidak boleh terlalu sederhana, sehingga(calon) pembaca sudah dapat menduga isi karangan anda, kalau(calon) pembaca sudah dapat menebak isinya tentu karangan anda sudah tidak menarik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Singkat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul yang singkat memungkinkan pembaca menangkap secara cepat maknanya,Bila judul itu panjang,(calon) pembaca harus membuang energi terlebih dahulu untuk membacanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-4885957962614712393?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/4885957962614712393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/11/pemilihan-topik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/4885957962614712393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/4885957962614712393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/11/pemilihan-topik.html' title='Pemilihan TOpik'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-3928108760401464706</id><published>2009-11-03T06:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T07:10:37.380-08:00</updated><title type='text'>Kalimat Efektif</title><content type='html'>Soal&lt;br /&gt;Contoh Kalimat efektif:Perbaikilah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi kalimat efektif:&lt;br /&gt;Soal:1.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Mereka menyelesaikan dengan meyakinkan dan baik serta dengan sangat&lt;br /&gt;memuaskan semua soal-soal ujian dalam waktu sembilan puluh menit.&lt;br /&gt;Efektif : Mereka menyelesaikan dengan baik semua soal-soal ujian dalam waktu&lt;br /&gt;sembilan puluh menit.&lt;br /&gt;Soal 2.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Mereka saling pandang-pandangan dan melihat-lihat wajahnya.&lt;br /&gt;Efektif : Mereka saling berpandangan wajah&lt;br /&gt;Soal3.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Banyak tombol-tombol yang dapat anda gunakan&lt;br /&gt;Efektif : Banyak tombol yang dapat anda gunakan&lt;br /&gt;Soal4.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Kita Harus saling tolong-menolong&lt;br /&gt;Efektif : Kita harus tolong menolong&lt;br /&gt;Soal5.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Berhubung itu mengemukakannya juga minat baca kau remaja makin&lt;br /&gt;menurun.&lt;br /&gt;Efektif : Sehubung dengan itu, ia juga mengemukakan bahwa minat baca kaum remaja&lt;br /&gt;makin menurun.&lt;br /&gt;Soal6.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Tahun ini SPP mahasiswa baru saja dinaikkan.&lt;br /&gt;Efektif : SPP mahasiswa tahun ini baru saja dinaikkan.&lt;br /&gt;Soal7.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Ata perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.ya ucapkan terim&lt;br /&gt;Efektif : Atas perhatian saudara, saya ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;Soal8.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Yanto mengotori kaca jendela, ia membersihkannya.&lt;br /&gt;Efektif : Yanto mengotori kaca jendela itu kemudian ia memberihkannya.&lt;br /&gt;Soal8.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Pengarang itu menceritakan tentang pengalaman masa kecilnya.&lt;br /&gt;Efektif : Pengarang itu menceritakan pengalaman masa kecilnya&lt;br /&gt;Soal9.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Dari pada tidak ngapa-ngapain mendingan main Playstastion.&lt;br /&gt;Efektif : Dari pada tidak ada kerjaan lebih baik bermain Playstation.&lt;br /&gt;Soal10.&lt;br /&gt;Tidak Efektif : Mereka saling pandang-pandangan dan melihat-lihat wajahnya.&lt;br /&gt;Efektip :Mereka saling berpandangan wajah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-3928108760401464706?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/3928108760401464706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/11/soal-contoh-kalimat-efektifperbaikilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/3928108760401464706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/3928108760401464706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/11/soal-contoh-kalimat-efektifperbaikilah.html' title='Kalimat Efektif'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-6529395757422267020</id><published>2009-10-29T21:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T22:56:38.527-07:00</updated><title type='text'>tugas kelompok</title><content type='html'>KALIMAT MAJEMUK&lt;br /&gt;Suatu bentuk kalimat luas hasil penggabungan atau perluasan kalimat tunggal sehingga membentuk satu pola kalimat baru di samping pola yang ada.&lt;br /&gt;Kalimat majemuk dibagi menjadi :&lt;br /&gt;1.    Kalimat majemuk setara (koordinatif)&lt;br /&gt;2.    Kalimat majemuk rapatan&lt;br /&gt;3.    Kalimat majemuk bertingkat (subordinatif)&lt;br /&gt;4.    Kalimat majemuk campuran&lt;br /&gt;A. Kalimat majemuk Setara&lt;br /&gt;Kalimat majemuk setara adalah :&lt;br /&gt;Kalimat gabung yang hubungan antar pola-pola kalimat di dalamnya sederajat atau seharkat.&lt;br /&gt;Ciri-ciri :&lt;br /&gt;1.    .Kedudukan pola-pola kalimat, sama derajatnya.&lt;br /&gt;2.    Penggabungannya disertai perubahan intonasi.&lt;br /&gt;3.    Berkata tugas/penghubung, pembeda sifat kesetaraan.&lt;br /&gt;4.    Pola umum uraian jabatan kata : S-P+S-P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis majemuk Setara&lt;br /&gt;1. Setara Sejalan (kata hubungnya dan, serta, lagi pula dll)&lt;br /&gt;2. Setara memilih&lt;br /&gt;3. Setara berlawanan&lt;br /&gt;4. Setara menguatkan (bahkan)&lt;br /&gt;5. Setara sebab akibat&lt;br /&gt;B. Majemuk Bertingkat.&lt;br /&gt;1. Siswa dapat membuat kalimat majemuk bertingkat&lt;br /&gt;2. Siswa dapat menentukan  Kalimat majemuk bertingkat.&lt;br /&gt;1. Membuat Majemuk Bertingkat.&lt;br /&gt;Majemuk bertingkat adalah kalimat luas yang mana perluasannya membentuk klausa&lt;br /&gt;bawahan (anak kalimat)&lt;br /&gt;Cara membuat majemuk bertingkat.&lt;br /&gt;1. Buatlah kalimat tunggal atau kalimat luas terlebih dahulu.&lt;br /&gt;2. Kembangkan salah satu jabatan kalimat menjadi klausa  bawahan (anak kalimat )&lt;br /&gt;sesuai dengan anak kalimat apa yg diinginkan&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;Ansar akan menyunting seorang gadis minggu depan.&lt;br /&gt;S                          P                    O                     K&lt;br /&gt;Kalimat diatas akan dijadikan bertingkat anak O&lt;br /&gt;Ansar akan menyunting Wanita cantik yang bernama Mutia Rahman minggu depan&lt;br /&gt;s                       p                           S                         P                 Pel                          K&lt;br /&gt;o&lt;br /&gt;TATA KALIMAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.       Frase&lt;br /&gt;Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. Misalnya: akan datang, kemarin pagi, yang sedang menulis.&lt;br /&gt;Dari batasan di atas dapatlah dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat,     yaitu&lt;br /&gt;a.       Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih.&lt;br /&gt;b.       Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa, maksudnya prase itu selalu        terdapat dalam satu fungsi unsur klausa yaitu: S, P, O, atau K.&lt;br /&gt;Macam-macam frase:&lt;br /&gt;A.       Frase endosentrik&lt;br /&gt;Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:&lt;br /&gt;1.       Frase endosentrik yang koordinatif, yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara, ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung.&lt;br /&gt;Misalnya:       kakek-nenek                         pembinaan dan pengembangan&lt;br /&gt;                laki bini                                  belajar atau bekerja&lt;br /&gt;2.       Frase endosentrik  yang atributif, yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Karena itu, unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan.&lt;br /&gt;Misalnya:       perjalanan panjang&lt;br /&gt;                hari libur&lt;br /&gt;Perjalanan, hari merupakan unsur pusat, yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur terpenting, sedangkan unsur lainnya merupakan atributif.&lt;br /&gt;3.       Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan.&lt;br /&gt;Misalnya: Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai.&lt;br /&gt;Dalam frase Susi, anak Pak Saleh secara sematik unsur yang satu, dalam hal ini unsur anak Pak Saleh, sama dengan unsur lainnya, yaitu Susi. Karena, unsur anak Pak Saleh dapat menggantikan unsur Susi. Perhatikan jajaran berikut:&lt;br /&gt;Susi, anak Pak Saleh, sangat pandai&lt;br /&gt;Susi, …., sangat pandai.&lt;br /&gt;…., anak Pak Saleh sangat pandai.&lt;br /&gt;Unsur Susi merupakan unsur pusat, sedangkan unsur anak Pak Saleh   merupakan aposisi (Ap).&lt;br /&gt;B.           Frase Eksosentrik&lt;br /&gt;Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di dalam kelas.&lt;br /&gt;Frase di dalam kelas tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut:&lt;br /&gt;            Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di ….&lt;br /&gt;            Siswa kelas 1A sedang bergotong royong …. kelas&lt;br /&gt;C.      Frase Nominal, frase Verbal, frase Bilangan, frase Keterangan.&lt;br /&gt;    1. Frase Nominal: frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata&lt;br /&gt;        nominal&lt;br /&gt;      Misalnya: baju baru, rumah sakit&lt;br /&gt;2. Frase Verbal: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan&lt;br /&gt;    kata verbal.&lt;br /&gt;      Misalnya: akan berlayar&lt;br /&gt;3. Frase Bilangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata&lt;br /&gt;    bilangan.&lt;br /&gt;      Misalnya: dua butir telur, sepuluh keping&lt;br /&gt;4. Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata&lt;br /&gt;    keterangan.&lt;br /&gt;     Misalnya: tadi pagi, besok sore&lt;br /&gt;5. Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda, diikuti oleh kata atau frase sebagai aksinnya.&lt;br /&gt;      Misalnya: di halaman sekolah, dari desa&lt;br /&gt;D.      Frase Ambigu&lt;br /&gt;Frase ambigu artinya kegandaan makna yang menimbulkan keraguan atau mengaburkan maksud kalimat. Makna ganda seperti itu disebut ambigu.&lt;br /&gt;Misalnya: Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal, tempat mamaku bekerja, berbaik hati mau melunaskan semua tunggakan sekolahku.&lt;br /&gt;Frase perancang busana wanita dapat menimbulkan pengertian ganda:&lt;br /&gt;1.       Perancang busana yang berjenis kelamin wanita.&lt;br /&gt;2.       Perancang yang menciptakan model busana untuk wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.             Klausa&lt;br /&gt;Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O), dan keterangan (K), serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. Misalnya: banyak orang mengatakan.&lt;br /&gt;Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P).&lt;br /&gt;Penggolongan klausa:&lt;br /&gt;1.       Berdasarkan unsur intinya&lt;br /&gt;2.       Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan&lt;br /&gt;     predikat&lt;br /&gt;3.       Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.       Kalimat&lt;br /&gt;a.       Pengertian&lt;br /&gt;Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir.&lt;br /&gt;                Contoh: Ayah membaca koran di teras belakang.&lt;br /&gt;b.       Pola-pola kalimat&lt;br /&gt;Sebuah kalimat luas dapat dipulangkan pada pola-pola dasar yang dianggap menjadi dasar pembentukan kalimat luas itu.&lt;br /&gt; Pola kalimat I = kata benda-kata kerja&lt;br /&gt;Contoh: Adik menangis. Anjing dipukul.&lt;br /&gt;Pola kalimat I disebut kalimat ”verbal”&lt;br /&gt;Pola kalimat II = kata benda-kata sifat&lt;br /&gt;Contoh: Anak malas. Gunung tinggi.&lt;br /&gt;Pola kalimat II disebut pola kalimat ”atributif”&lt;br /&gt; Pola kalimat III = kata benda-kata benda&lt;br /&gt;Contoh: Bapak pengarang. Paman Guru&lt;br /&gt;Pola pikir kalimat III disebut kalimat nominal atau kalimat ekuasional. Kalimat ini mengandung kata kerja bantu, seperti: adalah, menjadi, merupakan.&lt;br /&gt; Pola kalimat IV (pola tambahan) = kata benda-adverbial&lt;br /&gt;Contoh: Ibu ke pasar. Ayah dari kantor.&lt;br /&gt;Pola kalimat IV disebut kalimat adverbial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.       Jenis Kalimat&lt;br /&gt;1.       Kalimat Tunggal&lt;br /&gt;Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti pembentukan kalimat (subjek dan predikat) dan boleh diperluas dengan salah satu atau lebih unsur-unsur tambahan (objek dan keterangan), asalkan unsur-unsur tambahan itu tidak membentuk pola kalimat baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat Tunggal     Susunan Pola Kalimat      &lt;br /&gt;Ayah merokok.&lt;br /&gt;Adik minum susu.&lt;br /&gt;Ibu menyimpan uang di dalam laci.    S-P&lt;br /&gt;S-P-O&lt;br /&gt;S-P-O-K    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       Kalimat Majemuk&lt;br /&gt;Kalimat majemuk adalah kalimat-kalimat yang mengandung dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk dapat terjadi dari:&lt;br /&gt;a.    Sebuah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas sedemikian rupa sehingga perluasan itu membentuk satu atau lebih pola kalimat baru, di samping pola yang sudah ada.&lt;br /&gt;Misalnya: Anak itu membaca puisi. (kalimat tunggal)&lt;br /&gt;                 Anak yang menyapu di perpustakaan itu sedang membaca puisi.&lt;br /&gt;(subjek pada kalimat pertama diperluas)&lt;br /&gt;b.   Penggabungan dari dua atau lebih kalimat tunggal sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih pola kalimat.&lt;br /&gt;Misalnya: Susi menulis surat (kalimat tunggal I)&lt;br /&gt;                  Bapak membaca koran (kalimat tunggal II)&lt;br /&gt;                  Susi menulis surat dan Bapak membaca koran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sifat hubungannya, kalimat majemuk dapat dibedakan atas kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan kalimat majemuk campuran.&lt;br /&gt;1)       Kalimat majemuk setara&lt;br /&gt;Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang hubungan antara pola-pola kalimatnya sederajat. Kalimat majemuk setara terdiri atas:&lt;br /&gt;a.   Kalimat majemuk setara menggabungkan. Biasanya menggunakan kata-kata tugas: dan, serta, lagipula, dan sebagainya.&lt;br /&gt;      Misalnya: Sisca anak yang baik lagi pula sangat pandai.&lt;br /&gt;b.   Kalimat majemuk serta memilih. Biasanya memakai kata tugas: atau, baik, maupun.&lt;br /&gt;                  Misalnya: Bapak minum teh atau Bapak makan nasi.&lt;br /&gt;c.   Kalimat majemuk setara perlawanan. Biasanya memakai kata tugas: tetapi, melainkan.&lt;br /&gt;                  Misalnya: Dia sangat rajin, tetapi adiknya sangat pemalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)       Kalimat majemuk bertingkat&lt;br /&gt;Kalimat majemuk yang terdiri dari perluasan kalimat tunggal, bagian kalimat yang diperluas sehingga membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat. Sedangkan kalimat asal (bagian tetap) disebut induk kalimat. Ditinjau dari unsur kalimat yang mengalami perluasan dikenal adanya:&lt;br /&gt;a.      Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat penggati subjek.&lt;br /&gt;Misalnya:       Diakuinya  hal itu&lt;br /&gt;                                P             S&lt;br /&gt;                        Diakuinya bahwa ia yang memukul anak itu.&lt;br /&gt;                                            anak kalimat pengganti subjek&lt;br /&gt;b.      Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti predikat.&lt;br /&gt;Misalnya:       Katanya begitu&lt;br /&gt;                        Katanya bahwa ia tidak sengaja menjatuhkan gelas itu.&lt;br /&gt;                                                anak kalimat pengganti predikat&lt;br /&gt;c.      Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti objek.&lt;br /&gt;Misalnya:       Mereka sudah mengetahui hal itu.&lt;br /&gt;                                S             P                             O&lt;br /&gt;Mereka sudah mengetahui bahwa saya yang mengambilnya.&lt;br /&gt;                                              anak kalimat pengganti objek&lt;br /&gt;d.      Kalimat majemuk bertingkat dengan anak kalimat pengganti keterangan.&lt;br /&gt;Misalnya:       Ayah pulang malam hari&lt;br /&gt;                            S        P             K&lt;br /&gt;Ayah pulang ketika kami makan malam&lt;br /&gt;                        anak kalimat pengganti keterangan&lt;br /&gt;3)     Kalimat majemuk campuran&lt;br /&gt;Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk hasil perluasan atau hasil gabungan beberapa kalimat tunggal yang sekurang-kurangnya terdiri atas tiga pola kalimat.&lt;br /&gt;Misalnya: Ketika ia duduk minum-minum, datang seorang pemuda berpakaian bagus, dan menggunakan kendaraan roda empat.&lt;br /&gt;                        Ketika ia duduk minum-minum&lt;br /&gt;                                                                                pola atasan&lt;br /&gt;                                                        datang seorang pemuda berpakaian bagus&lt;br /&gt;                                                                                pola bawahan I&lt;br /&gt;                                                        datang menggunakan kendaraan roda empat&lt;br /&gt;                                                                                pola bawahan II&lt;br /&gt;                                                                                &lt;br /&gt;3. Kalimat Inti, Luas, dan Transformasi&lt;br /&gt;a.       Kalimat inti&lt;br /&gt;Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan   sekaligus menjadi inti kalimat.&lt;br /&gt;Ciri-ciri kalimat inti:&lt;br /&gt;1)       Hanya terdiri atas dua kata&lt;br /&gt;2)       Kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat&lt;br /&gt;3)       Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat&lt;br /&gt;4)       Intonasinya adalah intonasi ”berita yang netral”. Artinya: tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya..&lt;br /&gt;b.       Kalimat luas&lt;br /&gt;Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata, tetapi lebih.&lt;br /&gt;c.        Kalimat transformasi&lt;br /&gt;Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. Namun, kalimat transformasi belum tentu kalimat luas.&lt;br /&gt;Contoh kalimat  Inti, Luas, dan Transformasi&lt;br /&gt;a.       Kalimat Inti. Contoh: Adik menangis.&lt;br /&gt;b.       Kalimat Luas. Contoh: Radha, Arief, Shinta, Mamas, dan Mila sedang belajar dengan serius, sewaktu pelajaran matematika.&lt;br /&gt;c.        Kalimat transformasi. Contoh:&lt;br /&gt;i)         Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti, sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi.&lt;br /&gt;ii)       Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan komputer.&lt;br /&gt;iii)      Dengan perubahan kata urut kata. Contoh: Menangis adik.&lt;br /&gt;iv)      Dengan perubahan intonasi. Contoh: Adik menangis?&lt;br /&gt;4. Kalimat Mayor dan Minor&lt;br /&gt;a.       Kalimat mayor&lt;br /&gt;Kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti.&lt;br /&gt;Contoh:          Amir mengambil buku itu.&lt;br /&gt;Arif ada di laboratorium.&lt;br /&gt;Kiki pergi ke Bandung.&lt;br /&gt;Ibu segera pergi ke rumah sakit menengok paman, tetapi ayah menunggu kami di rumah Rati karena kami masih berada di sekolah.&lt;br /&gt;b.       Kalimat Minor&lt;br /&gt;Kalimat minor adalah kalimat yang hanya mengandung satu unsur inti atau unsur pusat. &lt;br /&gt;    Contoh:          Diam!&lt;br /&gt;Sudah siap?&lt;br /&gt;Pergi!&lt;br /&gt;Yang baru!&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat di atas mengandung satu unsur inti atau unsur pusat.&lt;br /&gt;Contoh: Amir mengambil.&lt;br /&gt;Arif ada.&lt;br /&gt;Kiki pergi&lt;br /&gt;Ibu berangkat-ayah menunggu.&lt;br /&gt;Karena terdapat dua inti, kalimat tersebut disebut kalimat mayor.&lt;br /&gt;5. Kalimat Efektif&lt;br /&gt;Kalimat efektif adalah kalimat berisikan gagasan pembicara atau penulis secara singka, jelas, dan tepat.&lt;br /&gt;Jelas      : berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.&lt;br /&gt;Singkat  : hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata.&lt;br /&gt;Tepat      : sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.&lt;br /&gt;Kalimat Tidak Efektif&lt;br /&gt;Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki atau mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif.&lt;br /&gt;Sebab-Sebab Ketidakefektifan Kalimat&lt;br /&gt;1.       kontaminasi= merancukan 2 struktur benar  1 struktur salah&lt;br /&gt;contoh:&lt;br /&gt;- diperlebar, dilebarkan  diperlebarkan (salah)&lt;br /&gt;- memperkuat, menguatkan  memperkuatkan (salah)&lt;br /&gt;- sangat baik, baik sekali  sangat baik sekali (salah)&lt;br /&gt;- saling memukul, pukul-memukul  saling pukul-memukul (salah)&lt;br /&gt;- Di sekolah diadakan pentas seni. Sekolah mengadakan pentas seni  Sekolah mengadakan pentas seni (salah)&lt;br /&gt;2.       pleonasme= berlebihan, tumpang tindih&lt;br /&gt;contoh :&lt;br /&gt;- para hadirin (hadirin sudah jamak, tidak perlu para)&lt;br /&gt;- para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak)&lt;br /&gt;-banyak siswa-siswa (banyak siswa)&lt;br /&gt;- saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna ‘saling’)&lt;br /&gt;- agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)&lt;br /&gt;- disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena)&lt;br /&gt;3.       tidak memiliki subjek&lt;br /&gt;contoh:&lt;br /&gt;- Buah mangga mengandung vitamin C.(SPO) (benar)&lt;br /&gt;- Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. (KPS) (benar) ??&lt;br /&gt;- Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. (KPO) (salah)&lt;br /&gt;4.       adanya kata depan yang tidak perlu&lt;br /&gt;- Perkembangan  daripada teknologi informasi sangat pesat.&lt;br /&gt;- Kepada siswa kelas I berkumpul di aula.&lt;br /&gt;- Selain daripada bekerja, ia juga kuliah.&lt;br /&gt;5.       salah nalar&lt;br /&gt;- waktu dan tempat dipersilahkan. (Siapa yang dipersilahkan)&lt;br /&gt;- Mobil Pak Dapit mau dijual. (Apakah bisa menolak?)&lt;br /&gt;- Silakan maju ke depan. (maju selalu ke depan)&lt;br /&gt;- Adik mengajak temannya naik ke atas. (naik selalu ke atas)&lt;br /&gt;- Pak, saya minta izin ke belakang. (toilet tidak selalu berada di belakang)&lt;br /&gt;- Saya absen dulu anak-anak. (absen: tidak masuk, seharusnya presensi)&lt;br /&gt;gagal lebih untuk subjek bernyawa)&lt;br /&gt;6.       kesalahan pembentukan  kata&lt;br /&gt;- mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan&lt;br /&gt;- menyetop seharusnya menstop&lt;br /&gt;- mensoal seharusnya menyoal&lt;br /&gt;- ilmiawan seharusnya ilmuwan&lt;br /&gt;- sejarawan seharusnya ahli sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.       pengaruh bahasa asing&lt;br /&gt;- Rumah di mana ia tinggal … (the house where he lives …) (seharusnya tempat)&lt;br /&gt;- Sebab-sebab daripada perselisihan … (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan)&lt;br /&gt;- Saya telah katakan … (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan)&lt;br /&gt;8.       pengaruh bahasa daerah&lt;br /&gt;- sudah pada hadir. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir)&lt;br /&gt;- oleh saya. (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona)&lt;br /&gt;-Jangan-jangan … (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin)&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;E.       Konjungsi&lt;br /&gt;Konjungsi antarklausa, antarkalimat, dan antarparagraf.&lt;br /&gt;Konjungsi atau kata sambung adalah kata-kata yang menghubungkan bagian-bagian kalimat, menghubungkan antarkalimat, antarklausa, antarkata, dan antarparagraf.&lt;br /&gt;1.   Konjungsi antarklausa&lt;br /&gt;a. Yang sederajat: dan, atau, tetapi, lalu, kemudian.&lt;br /&gt;b. Yang tidak sederajat: ketika, bahwa, karena, meskipun, jika, apabila.&lt;br /&gt;2.   Konjungsi antarkalimat: akan tetapi, oleh karena itu, jadi, dengan demikian.&lt;br /&gt;3.   Konjungsi antarparagraf: selain itu, adapun, namun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRUKTUR KALIMAT BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;Kalimat adalah:Satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh . Dalam suatu kalimat terdiri dari beberapa unsur antara lain subyek,predikat, obyek ,pelengkap dan keterangan.&lt;br /&gt;Kalimat dikatakan sempurna jika minimal memliki unsur Subyek dan Predikat.&lt;br /&gt;1. Ciri-Ciri Subjek&lt;br /&gt;·    Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa kepada Predikat.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;1. Juanda memelihara binatang langka&lt;br /&gt;Siapa memelihara? Jawab : Juanda. (maka juanda adalah S sedangkan&lt;br /&gt;memelihara adalah )&lt;br /&gt;Siapa atau apa Binatang langka ? = tidak ada jawaban&lt;br /&gt;2. Meja itu dibeli oleh paman.&lt;br /&gt;Apa dibeli ? = jawab Meja&lt;br /&gt;¨ Biasanya disertai kata itu,ini,dan yang (yang ,ini,dan itu juga sebagai pembatas antara subyek dan predikat)&lt;br /&gt;Contoh : Anak itu mengambil bukuku&lt;br /&gt;S     P&lt;br /&gt;2 Ciri-Ciri Predikat&lt;br /&gt;¨ Menimbulkan Pertanyaan apa atau siapa.&lt;br /&gt;Dalam hal ini jika predikat maka dengan pertanyaan tersebut akan ada jawabannya.&lt;br /&gt;Perhatikan pada Subyek diatas. Subyek dan predikat ditentukan secara bersama-sama.&lt;br /&gt;¨ Kata Adalah atau Ialah&lt;br /&gt;Predikat kalimat dapat berupa kata adalah atau ialah. Kalimat dengan Predikat demikian itu terutama digunakan pada kalimat majemuk bertingkat anak kalimat pengganti predikat.&lt;br /&gt;¨ Dapat Disertai Kata-kata Aspek atau Modalitas&lt;br /&gt;Predikat kalimat yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah, sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap pembicara (subjek), seperti ingin, hendak, dan mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Ciri-Ciri Objek&lt;br /&gt;Predikat yang berupa verba intransitif (kebanyakan berawalan ber- atau ter-) tidak memerlukan objek, verba transitif yang memerlukan objek kebanyakan berawalan me-. Ciri-ciri objek ini sebagai berikut.&lt;br /&gt;¨ Langsung di Belakang Predikat&lt;br /&gt;Objek hanya memiliki tempat di belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.&lt;br /&gt;¨ Dapat Menjadi Subjek Kalimat Pasif&lt;br /&gt;Objek yang hanya terdapat dalam kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.&lt;br /&gt;¨ Didahului kata Bahwa&lt;br /&gt;Anak kalimat pengganti nomina ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek dalam kalimat transitif.&lt;br /&gt;4 Ciri-Ciri Pelengkap&lt;br /&gt;Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap. Berikut ciri-ciri pelengkap.&lt;br /&gt;¨ Di Belakang Predikat&lt;br /&gt;Ciri ini sama dengan objek. Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat berikut.&lt;br /&gt;a) Diah mengirimi saya buku baru.&lt;br /&gt;b) Mereka membelikan ayahnya sepeda baru.&lt;br /&gt;Unsur kalimat buku baru, sepeda baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului predikat.&lt;br /&gt;· Hasil jawaban dari predikat dengan pertanyaan apa.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;a. Pemuda itu bersenjatakan parang.&lt;br /&gt;Kata parang adalah pelengkap.&lt;br /&gt;Bersenjatakan apa ? jawab parang ( maka parang sebagai pelengkap )&lt;br /&gt;b. Budi membaca buku.&lt;br /&gt;Membaca apa ? jawab buku (buku sebagai obyek karena dapat&lt;br /&gt;menempati Subyek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Ciri-Ciri Keterangan&lt;br /&gt;Ciri keterangan adalah dapat dipindah –pindah posisinya . perhatikan contoh berikut:&lt;br /&gt;Cintya sudah membuat tiga kue dengan bahan itu.&lt;br /&gt;S         P         O         K&lt;br /&gt;Dengan bahan itu Cintya sudah membuat tiga kue .&lt;br /&gt;Cintya dengan bahan itu sudah membuat tiga kue.&lt;br /&gt;Dari jabatan SPOK menjadi KSPO dan SKPO .Jika tidak dapat di pindah maka bukan keterangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;    Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena atas karunia dan rahmatnyalah kami bisa dapat hidup sehat jasmani dan rohani, dan tak lupa kami pun mengucapkan terima kasih kepada orang tua kami yang selama ini telah memberikan semangat agar kami selalu berjuang dalam meraih impian, dan kami pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada bapak dosen kami khususnya dalam mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah membimbing kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dan tak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman kelompok kami yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah Bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;    Dalam makalah yang kami buat ini berisi tentang struktur bahasa Indonesia, dan kami pun di sini menjelaskan tentang berbagai hal yang mengandung tentang struktur dan hal-hal lainnya yang ada di dalamnya, seperti kalimat majemuk, subyek, predikat, obyek, dan keterangan.&lt;br /&gt;    Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semuarekan-rekan yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini hingga akhirnya dapat terselesaikan dengan baik, mudah-mudahan makalah ini dapat berguna bagi orang lain yang membacanya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;          Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Kelompok 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-6529395757422267020?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/6529395757422267020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/10/tugas-kelompok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/6529395757422267020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/6529395757422267020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/10/tugas-kelompok.html' title='tugas kelompok'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-4086834028719033151</id><published>2009-10-18T21:21:00.000-07:00</published><updated>2009-12-29T18:57:58.524-08:00</updated><title type='text'>Pengetian Diksi</title><content type='html'>&lt;div class="post-body entry-content"&gt; 1. Pengertian Diksi !&lt;br /&gt;    Pilihan kata atau diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan.&lt;br /&gt;    Dari buku yang saya baca (Gorys Keraf : DIKSI DAN GAYA BAHASA (2002), hal. 24) dituliskan beberapa point – point penting tentang diksi, yaitu :&lt;br /&gt;• Plilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.&lt;br /&gt;• Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa – nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar.&lt;br /&gt;• Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasa sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud pembendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki suatu bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jelaskan hal-hal yang mempengaruhi pilihan kata berdasarkan kemampuan pengguna bahasa !&lt;br /&gt;    Hal-hal yang mempengaruhi pilihan kata berdasarkan kemampuan pengguna bahasa terkait dengan kemampuan mengetahui, memahami, menguasai, dan menggunakan sejumlah kosa kata secara aktif  yang dapat mengungkapkan gagasan secara tepat sehingga mampu mengomunikasikan secara efektif kepada para pembaca atau pendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebutkan dan jelaskan fungsi diksi !&lt;br /&gt;    Fungsi diksi :&lt;br /&gt;    1. Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal,&lt;br /&gt;    2. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca,&lt;br /&gt;    3. Menciptakan komunikasi yang baik dan benar,&lt;br /&gt;    4. Menciptakan suasana yang tepat,&lt;br /&gt;    5. Mencegah perbedaan penafsiran,&lt;br /&gt;    6. Mencegah salah pemahaman, dan&lt;br /&gt;    7. Mengefektifkan pencapaian target komunikasi.  &lt;/div&gt;   &lt;span class="reaction-buttons"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="star-ratings"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-backlinks post-comment-link"&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class="post-icons"&gt; &lt;span class="item-action"&gt; &lt;a href="email-post.g?blogID=9109419744295800066&amp;amp;postID=2957241170044189432" title="Posting Email"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-4086834028719033151?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/4086834028719033151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/10/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/4086834028719033151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/4086834028719033151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/10/1.html' title='Pengetian Diksi'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-1160273356571483332</id><published>2009-10-12T21:02:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T22:00:01.220-07:00</updated><title type='text'>fungsi bahasa</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cthree%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cthree%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cthree%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:200%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:-81.0pt -.75in -45.0pt 13.5pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-language:AR-EG; 	font-weight:bold; 	mso-bidi-font-weight:normal;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Oleh Masnur Muslich&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Konsep Dasar Kedudukan dan Fungsi Bahasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; text-indent: 0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Istilah &lt;i&gt;kedudukan&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;fungsi&lt;/i&gt; tentunya sering kita dengar, bahkan pernah kita pakai. Misalnya dalam kalimat “Bagaimana kedudukan dia sekarang?”, “Apa fungsi baut yang Saudara pasang pada mesin ini?”, dan sebagainya. Kalau kita pernah memakai kedua istilah itu tentunya secara tersirat kita sudah mengerti maknanya. Hal ini terbukti bahwa kita tidak pernah salah pakai menggunakan kedua istilah itu. Kalau demikian halnya, apa sebenarnya pengertian kedudukan dan fungsi bahasa? Samakah dengan pengertian yang pernah kita pakai?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; text-indent: 0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara terlisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai manusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; text-indent: 0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya (baca: masyarakat bahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan akan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akan menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannya sesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; text-indent: 0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Di pihak lain, bagi masyarakat yang dwi bahasa (dwilingual), akan dapat ‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yang digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisa mengetahui &lt;i&gt;kapan&lt;/i&gt; dan dalam &lt;i&gt;situasi apa&lt;/i&gt; bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikian perkembangan bahasa (-bahasa) itu akan menjadi terarah. Pemakainya akan berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya dengan, antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya. Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; text-indent: 0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya aturan untuk menentukan kapan, misalnya, suatu unsur lain yang mempengaruhinya layak diterima, dan kapan seharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan dalam bentuk kebijaksanaan pemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut &lt;i&gt;Politik Bahasa Nasional&lt;/i&gt;, yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pemecahan keseluruhan masalah bahasa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; text-indent: 0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Janganlah sekali-kali disangka bahwa berhasilnya bangsa Indonesia mempunyai bahasa Indonesia ini bagaikan anak kecil yang menemukan kelereng di tengah jalan. Kehadiran bahasa Indonesia mengikuti perjalanan sejarah yang panjang. (Untuk meyakinkan pernyataan ini, silahkan dipahami sekali lagi &lt;i&gt;Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia&lt;/i&gt;.) Perjalanan itu dimulai sebelum kolonial masuk ke bumi Nusantara, dengan bukti-bukti prasasti yang ada, misalnya yang didapatkan di Bukit Talang Tuwo dan Karang Brahi serta batu nisan di Aceh, sampai dengan tercetusnya inpirasi persatuan pemuda-pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yang konsepa aslinya berbunyi:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Kami poetera dan poeteri Indonesia &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;mengakoe bertoempah darah satoe,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 17.85pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Tanah Air Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kami poetera dan poeteri Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;mengakoe berbangsa satoe,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 17.85pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Kami poetera dan poeteri Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;mendjoendjoeng bahasa persatoean,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.25in; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Dari ketiga butir di atas yang paling menjadi perhatian pengamat (baca: sosiolog) adalah butir ketiga. Butir ketiga itulah yang dianggap sesuati yang luar biasa. Dikatakan demikian, sebab negara-negara lain, khususnya negara tetangga kita, mencoba untuk membuat hal yang sama selalu mengalami kegagalan yang dibarengi dengan bentrokan sana-sini. Oleh pemuda kita, kejadian itu dilakukan tanpa hambatan sedikit pun, sebab semuanya telah mempunyai kebulatan tekad yang sama. Kita patut bersyukur dan angkat topi kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Kita tahu bahwa saat itu, sebelum tercetusnya Sumpah Pemuda, bahasa Melayu dipakai sebagai &lt;i&gt;lingua franca&lt;/i&gt; di seluruh kawasan tanah air kita. Hal itu terjadi sudah berabad-abad sebelumnya. Dengan adanya kondisi yang semacam itu, masyarakat kita sama sekali tidak merasa bahwa bahasa daerahnya disaingi. Di balik itu, mereka telah menyadari bahwa bahasa daerahnya tidak mungkin dapat dipakai sebagai alat perhubungan antar suku, sebab yang diajak komunikasi juga mempunyai bahasa daerah tersendiri. Adanya bahasa Melayu yang dipakai sebagai &lt;i&gt;lingua franca&lt;/i&gt; ini pun tidak akan mengurangi fungsi bahasa daerah. Bahasa daerah tetap dipakai dalam situasi kedaerahan dan tetap berkembang. Kesadaran masyarakat yang semacam itulah, khusunya pemuda-pemudanya yang mendukung lancarnya inspirasi sakti di atas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Apakah ada bedanya bahasa Melayu pada tanggal 27 Oktober 1928 dan bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928? Perbedaan ujud, baik struktur, sistem, maupun kosakata jelas tidak ada. Jadi, kerangkanya sama. Yang berbeda adalah semangat dan jiwa barunya. Sebelum Sumpah Pemuda, semangat dan jiwa bahasa Melayu masih bersifat kedaerahan atau jiwa Melayu. Akan tetapi, setelah Sumpah Pemuda semangat dan jiwa bahsa Melayu sudah bersifat nasional atau jiwa Indonesia. Pada saat itulah, bahasa Melayu yang berjiwa semangat baru diganti dengan nama &lt;i&gt;bahasa Indonesia&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;“Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai (1) lambang kebanggaan nasional, (2) lambang identitas nasional, (3) alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, dan (4) alat perhubungan antarbudaya antardaerah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia ‘memancarkan’ nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga dengannya; kita harus menjunjungnya; dan kita harus mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bngga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan ‘lambang’ bangsa Indonesia. Ini beratri, dengan bahasa Indonesia akan dapat diketahui siapa kita, yaitu sifat, perangai, dan watak kita sebagai bangsa Indonesia. Karena fungsinya yang demikian itu, maka kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Dengan fungsi yang ketiga memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, sebab mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Apalagi dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Dengan fungsi keempat, bahasa Indonesia sering kita rasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan saja apabila kita ingin berkomunikasi dengan seseorang yang berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa berbeda, mungkinkah kita dapat bertukar pikiran dan saling memberikan informasi? Bagaimana cara kita seandainya kita tersesat jalan di daerah yang masyarakatnya tidak mengenal bahasa Indonesia? Bahasa Indonesialah yang dapat menanggulangi semuanya itu. Dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan (disingkat: &lt;i&gt;ipoleksosbudhankam&lt;/i&gt;) mudah diinformasikan kepada warganya. Akhirnya, apabila arus informasi antarkita meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan kita. Apabila pengetahuan kita meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara/Resmi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Sebagaimana kedudukannya sebagai bhasa nasional, bahasa Indonesia sebagai bahasa negara/resmi pun mengalami perjalanan sejarah yang panjang. Hal ini terbukti pada uraian berikut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Secara resmi adanya bahasa Indonesia dimulai sejak Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Ini tidak berarti sebelumnya tidak ada. Ia merupakan sambungan yang tidak langsung dari bahasa Melayu. Dikatakan demikian, sebab pada waktu itu bahasa Melayu masih juga digunakan dalam lapangan atau ranah pemakaian yang berbeda. Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua oleh pemerintah jajahan Hindia Belanda, sedangkan bahasa Indonesia digunakan di luar situasi pemerintahan tersebut oleh pemerintah yang mendambakan persatuan Indonesia dan yang menginginkan kemerdekaan Indonesia. Demikianlah, pada saat itu terjadi dualisme pemakaian bahasa yang sama tubuhnya, tetapi berbeda jiwanya: jiwa kolonial dan jiwa nasional.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; text-indent: 0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Secara terperinci perbedaan lapangan atau ranah pemakaian antara kedua bahasa itu terlihat pada perbandingan berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 5.4pt; width: 207pt;" valign="top" width="276"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahasa Melayu:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 5.4pt; width: 207pt;" valign="top" width="276"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Bahasa Indonesia:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 5.4pt; width: 207pt;" valign="top" width="276"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 12.6pt; text-align: left; text-indent: -0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Bahasa resmi kedua di samping bahasa Belanda,   terutama untuk tingkat yang dianggap rendah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 12.6pt; text-align: left; text-indent: -0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Bahasa yang diajarkan di sekolah-sekolah yang   didirikan atau menurut sistem pemerintah Hindia Belanda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 12.6pt; text-align: left; text-indent: -0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Penerbitan-penerbitan yang dikelola oleh jawatan   pemerintah Hindia Belanda. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 5.4pt; width: 207pt;" valign="top" width="276"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 17.1pt; text-align: left; text-indent: -17.1pt; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Bahasa yang digunakan dalam gerakan kebangsaan   untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 17.1pt; text-align: left; text-indent: -17.1pt; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Bahasa yang digunakan dalam penerbitan-penerbitan   yang bertuju-an untuk mewujudkan cita-cita perjuangan kemerdekaan Indonesia   baik berupa: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.55in; text-align: left; text-indent: -0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;bahasa pers, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.55in; text-align: left; text-indent: -0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;bahasa dalam hasil sastra.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Kondisi di atas berlangsung sampai tahun 1945.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, diangkat pulalah bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Hal itu dinyatakan dalam Uud 1945, Bab XV, Pasal 36. Pemilihan bahasa sebagai bahasa negara bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah timbang akan mengakibatkan tidak stabilnya suatu negara. Sebagai contoh konkret, negara tetangga kita Malaysia, Singapura, Filipina, dan India, masih tetap menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya, walaupun sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: left; text-indent: 0.25in; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: normal;"&gt;Hal-hal yang merupakan penentu keberhasilan pemilihan suatu bahasa sebagai bahasa negara apabila (1) bahasa tersebut dikenal dan dikuasai oleh sebagian besar penduduk negara itu, (2) secara geografis, bahasa tersebut lebih menyeluruh penyebarannya, dan (3) bahasa tersebut diterima oleh seluruh penduduk negara itu. Bahasa-bahasa yang terdapat di Malaysia, Singapura, Filipina, dan India tidak mempunyai ketiga faktor di atas, terutama faktor yang nomor (3). Masyarakat multilingual yang terdapat di negara itu saling ingin mencalonkan bahasa daerahnya sebagai bahasa negara. Mereka saling menolak untuk menerima bahasa daerah lain sebagai bahasa resmi kenegaraan. Tidak demikian halnya dengan negara Indonesia. Ketig faktor di atas sudah dimiliki bahasa Indonesia sejak tahun 1928. Bahkan, tidak hanya itu. Sebelumnya bahasa Indonesia sudah menjalankan tugasnya sebagai bahasa nasional, bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Dengan demikian, hal yang dianggap berat bagi negara-negara lain, bagi kita tidak merupakan persoalan. Oleh sebab itu, kita patut bersyukur kepada Tuhan atas anugerah besar ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-1160273356571483332?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/1160273356571483332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/10/fungsi-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1160273356571483332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/1160273356571483332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/10/fungsi-bahasa.html' title='fungsi bahasa'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3107851036827906343.post-7313178368489888702</id><published>2009-10-12T20:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T20:28:42.336-07:00</updated><title type='text'>tugas bahasa indonesia</title><content type='html'>1.  Pengertian dari ragam bahasa ?&lt;br /&gt;2. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa?&lt;br /&gt;3.  Sebutkan dan jelaskan penerapan ragam resmi berdasarkan medianya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicaraan, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta medium pembicara. (Bahchman 1990)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Masalah penggunaan bahasa baku dan tidak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau &lt;br /&gt;     dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. sebaliknya dalam situasi tak resmi seperti dirumah,&lt;br /&gt;     ditaman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Ditinjau dari media yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     a.  Ragam bahasa lisan&lt;br /&gt;     b.  Ragam bahasa tulis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3107851036827906343-7313178368489888702?l=anggidigo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anggidigo.blogspot.com/feeds/7313178368489888702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/10/tugas-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/7313178368489888702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3107851036827906343/posts/default/7313178368489888702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anggidigo.blogspot.com/2009/10/tugas-bahasa-indonesia.html' title='tugas bahasa indonesia'/><author><name>anggi_digo_sistem_informasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15079627509072346547</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_27cg2aU3B-g/SyBF8XcRvDI/AAAAAAAAAA0/1tM5oA02oiw/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
